Ajakan Kebaikan yang Dipaksakan Itu Teror

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Mungkin sobat FB banyak yang punya WAG dimana ada satu dua orang yang tiap hari rutin mengirim jadwal sholat atau kode sholat malam? Saya ada, setidaknya 2 group. Isinya hanya copas dan dikirim berulang. Anggota group ada yang domisilinya di berbagai belahan Nusantara. Jadi jadwal sholat jelas tidak berbarengan.

Saya paham orang2 ini ingin mengajak kepada kebaikan.
Tapi tidak semua member group menganggap itu sebagai kebaikan.

Lalu ada juga guru anakku yang selalu mempermasalahkan karena anakku berkerudung di sekolah tapi pas wisata nggak pakai kerudung. Saya mau bikin ramai tapi anakku ketakutan. Dibikin ramai bukan soal saya nggak setuju berkerudung tapi soal campur tangan guru ke kehidupan pribadi orang lain. Bahkan disinggung2 dengan kata2 "kasihan orang tuanya nggak bisa mendidik anak".

Oalah mas guru, memang kami ortu yang harus belajar untuk bisa menjadi ortu yang baik. Tapi prinsip beragama kami bukan seperti yang sampeyan pahami. Saya tahu kok sampeyan ingin menyampaikan kebaikan. Tapi kebaikan yang kami pahami mungkin beda dengan yang sampeyan punya. Ada anggota FB yang menyarankan saya untuk berterima kasih pada guru itu karena telah menyelamatkan aku dan anakku dari api neraka. Lagi2 pemahaman kami soal neraka beda dengan pemahaman yg budiman anggota FB itu.

Ajakan kebaikan yang dipaksakan sering justru menjadi teror dan menakutkan.
Lalu apa kebaikan itu? sudah sering saya sampaikan kebaikan bagiku adalah ketika kita bermanfaat bagi sesama, membantu orang dalam kesulitan, tidak merugikan orang, tidak mengganggu orang.
Saya punya saudara yang tidak pernah marah, jarang ngomongin orang, jarang memberi petuah ini itu. Dia hanya memberi petuah pada orang dekatnya, dengan cara yang sangat halus dan sopan. Tapi dia paling dulu menjenguk jika ada teman atau saudara sakit tanpa melihat agamanya.

Tapi dia selalu datang melayat jika ada yang meninggal tanpa melihat agamanya. Dia juga sangat melayani jika ada saudara atau tamu datang ke rumahnya atau ke daerahnya. Dia kalau berkunjung ke suatu kota/tempat, selalu menyempatkan mengunjungi kerabat jika ada. Selalu diutamakan.

Sebagai kepala sekolah dia nggak pernah terlambat datang. Jika ada guru yang belum datang, dia akan menggantikan ngajar di kelas. Guru2 itu nggak pernah dimarahi tapi diberi contoh.
Ketika meninggal, betapa banyak orang melayat, termasuk kiriman karangan bunga dari wali kota dan gubernur. Pdahal dia cuma guru SMP. Orang mengenangnya sebagai pribadi yang baik, teladan yang baik,orang merasakan kehadirannya.

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Thursday, January 23, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: