Air Mata Sri Mengukir Cinta Untuk Bangsanya

ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

Kala itu....

Sri Mulyani harus mengucurkan air matanya, sebab pada saat bersamaan dia mendapat kabar ibunya sakit keras mendekati ajal. Kala itu, dia harus mengucurkan air mata untuk dua kesedihan sekaligus : kesedihan untuk ibunya yang berada di detik-detik terakhir hidupnya dan kesedihan melihat negara di bibir jurang kehancuran ekonomi.

Dua-duanya tidak bisa ditinggal sedetikpun. Rupiah terus bergerak hancur dan detak jantung ibunya juga terus melemah. Dan....Sri memilih untuk menunggui rupiah demi ratusan jutaan orang Indonesia.

Sampai ibunya meninggalpun dia tetap tidak menyempatkan diri berada di sampingnya. Hanya air matanya berlinangan mengiringi kepergian ibunya.

Kawan, di mana lagi kau temukan anak bangsa dengan nasionalisme dan patriotisme sehebat Sri ? Dia bahkan seorang altruis sejati, yang mengedepankan kepentingan bangsanya dibanding diri sendiri.

SBY sendiri mengakui kehebatan Sri di tahun 2008 itu.

Kepada perempuan dengan cinta bangsanya luar biasa seperti itu kau sematkan sebutan "menteri pencetak utang" ? Prabowo, di mana lenyapnya akal sehat dan hati nurani ?

Sri adalah Srikandi yang layak dicatat dalam buku sejarah bangsa ini. Air matanya telah mengukir sebuah cinta untuk bangsanya.

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Thursday, February 7, 2019 - 16:30
Kategori Rubrik: