Air Mata Ahok

Oleh: Ardiyansyah
 

Entah mengapa, diri ini ikut bersedih ketika Ahok di sidang di PN Jakarta Utara. Pasalnya, ketika Ahok menyampaikan program dan prestasi dia dalam membangun kota Jakarta, sangatlah pro dengan Muslim. Ahok menjelaskan bahwa dia membangun masjid, menaik hajikan banyak pengurus masjid dan musholah, bahkan pengurus makam pun ikut naik haji, ikut menyumbangkan sapi ketika hari raya kurban, dan jadwal pulang PNS dinaikan jadi jam 4 sore agar bisa berbuka puasa bersama keluarga dan bisa melaksanakan salat tarawih di masjid. Ahok menyampaikan itu dengan air mata yang tulus dari hati.

Bahkan, dalam persidangan, dia membawa nama Gus Dur, yang selama ini telah menjadi guru spiritual Ahok dalam politik. Bahkan Ahok dalam salah satu persidangan mengatakan, “Tidak mungkin saya menghina Islam dan Ulama, itu sama saja menghina guru saya, Gus Dur.” Bahkan Ahok meminta Majelis Hakim untuk menayangkan ketika Gus Dur ikut kampanye Ahok di Belitung.

Ahok yang selama ini berjuang buat kemaslahatan umat Islam, harus kena kasus penistaan agama yang dipelopori oleh para ormas maupun partai yang tidak ingin Ahok menang Pilkada. Jika saya baca, sebenarnya, Ahok ingin berterima kasih kepada Gus Dur dengan membuat kebijakan-kebijakan yang pro kepada umat Islam. Karena, dari Gus Dur, Ahok yang notabennya beragama Kristen keturunan Cina pula, mampu maju ke panggung politik. Dari Gus Dur lah, politik di dewasakan, bahwa pemimpin bukan melihat agama atau sukunya melainkan kejujuran dan programnya.

Seandainya Gus Dur masih ada, mungkin Gus Dur yang akan menjadi pembela Ahok. Gus Dur lah yang mendidik Ahok dalam politik, sehingga kejujurannya melekat dalam kepemimpinannya. Dari sidang ini, kita lihat air mata Ahok yang tulus hati keluar dan menjelaskan bahwa dia tidak ada niatan untuk menjelekkan agama Islam dan dari sidang ini dia memberikan kesaksian bahwa selama ini, dia belajar QS. Al-Maidah ayat 51 dari Gus Dur, yang menurut Ahok seorang Kyai yang mempunyai penafsiran yang sesuai dengan Indonesia.

 

(Sumber: Status Facebook Ardiyansyah)

Tuesday, December 13, 2016 - 17:15
Kategori Rubrik: