Air Kencing Onta

Oleh: Muhammad Ilham Fadli

 

Seorang kawan memperlihatkan pada saya sebuah buku tentang "manfaat kencing onta bagi kesehatan". Dioleskan ataupun diminum. Ia ketawa. "Mengapa harus kencing onta ? ... mengapa tak kencing Panda ataupun Beruang Kutub ?"

Tak perlu diketawakanlah. Tak perlu pula menganggap air kencing onta lebih berkhasiat dibandingkan air kencing binatang lain. Apalagi dikaitkan dengan aura teologis. Bagi saya, semua itu berkaitan dengan local wisdom. Kearifan lokal. Namanya saja lokal. Tak mungkin orang Eskimo menganggap kencing onta bermanfaat bagi mereka secara medis. Pasti kencing Beruang Kutub lebih "mengena". Demikian pengalaman lokalitas masing-masing.

 

 

"Kalau kamu pernah memanfaatkan air kencing untuk obat ?"

Pernah !
Nenek dan ayah saya mengajarkan dahulu, ketika saya masih kecil, bila terluka dan berdarah, segera buka celana, lalu semprotkan air kencing ke arah luka yang menganga. Semakin banyak air kencing, semakin bagus. Bila tak ada keluar, apalagi baru siap terkencing, maka minta air kencing kawanmu.

"Ih .... jorok !"
Bagi kamu mungkin iya. Bagi kita di zaman ini bisa jadi menjijikkan. Tapi dulu di lokalitas tempat saya hidup, itu sesuatu yang luar biasa. Dan manjur. Sembuh. Walau terkadang, ada juga yang tidak sembuh sama sekali, biarpun dikencingi oleh beberapa orang kawan sekalipun.

"Lalu, bila anak kamu luka hari ini, tidakkah lamu sarankan untuk melakukan hal serupa ketika kamu kecil dulu ?".

Tak pernah sekalipun. Bahkan kalau seandainya ia bertanya tentang hal ini, saya akan marah. Kan sudah ada BETADINE, ngapain percaya sama air kencing.

Ituu !

 

(Sumber: Facebook M Ilham Fadli)

Friday, January 5, 2018 - 15:00
Kategori Rubrik: