Ahoker dan Istri Muda

ilustrasi

Oleh : Meilanie Buitenzorgy

Kemarin salah satu fesbuker pentolan Ahoker posting foto suasana ultah rumahan Puput dari unggahan instagram Ahok. Tentu saja Veronika dan anak-anaknya tak ada dalam momen tersebut.

Hampir 90% reaksi para Ahoker di kolom kementar bernada sinis.

"Jiah, ultah ke-23 si bini, seumuran anaknya cuy...."

"E cie, tambah runcing aja tu muka (Puput), uang emang gak bisa bohong ya..."

"Gak mutu. Vero sama anak perempuannya dong, keren, sibuk dengan berbagai kegiatan sosial"

"Dulu sih gw suka ama Ahok, sejak kawin lagi sama anak ingusan, enggak deh.."

"Apa kabar tuh Julianto Tio?"

"Pelakor!"

Duh. Ngeri kali pun sabda para netizen inih....

Tapi ini menegaskan satu hal, bahwa mayoritas publik kelas menengah Indonesia tidak bisa menerima kehadiran istri muda dalam kehidupan tokoh panutannya. Dari Aa Gym sampai Ahok.

Walaupun secara hukum positif para bapak ini tidak melakukan kesalahan apa pun, tapi memilih menikahi perempuan muda setelah cerai dari istri pertama adalah "cacat moral" dalam pandangan publik kebanyakan. Semakin muda sang wanita, publik makin benci.

Jadi para politisi, yey-yey harus mikir 1000x kalau mau kawin lagi dengan perempuan belia, apalagi kalau istri pertama adalah figur kesayangan publik. Kelar idup lo!

Sumber : Status Facebook Meilanie Buitenzorgy

Friday, May 22, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: