Ahok, Sosok yang Tidak Bisa Diam Melihat Kebobrokan

ilustrasi

Oleh : Ayyas

Jika saya ditanya siapa pejabat di Indonesia paling punya integritas, saya akan menjawab Ahok. Beliau adalah sosok yang benar-benar langka. Sayang sekali, karir politiknya tidak berjalan mulus. Padahal, beliau punya kapasitas untuk menjadi seorang presiden.

Ahok adalah sosok yang religius. Beliu tak mungkin mengkhianati ajaran agama demi jabatan, uang, kehormatan, dan yang lain. Ketika disumpah di atas kitab suci, pantang baginya untuk melanggar sumpahnya.

Ahok adalah sosok yang sudah selesai dengan dirinya. Beliau sudah punya segalanya. Tidak kekurangan harta. Motivasinya menjadi pejabat hanyalah agar bisa membantu orang banyak lewat kebijakan. Hanya itu saja. Beliau tidak memikirkan hal lain. Hanya ingin membantu. Beliau berkali-kali jika ingin membantu orang banyak, caranya dengan menjadi pejabat.

Ahok adalah sosok yang merdeka dan tidak bisa disetir. Beliau akan melakukan apa yang menurutnya benar. Beliau tidak mungkin mau disetir oleh siapapun apalagi diajak kompromi untuk bermain anggaran. Hal itu haram baginya.

Ahok adalah sosok pemberani. Beliau tidak pernah takut melawan siapapun yang mencoba mempermainkan anggaran, mencoba membohongi rakyat. Beliau hanya takut kepada Tuhan. Selama dirinya berada di jalan kebenaran, tak pernah takut kepada siapapun dan apapun, termasuk penjara.

Ahok adalah sosok yang tak bisa diam melihat kebobrokan. Jika pejabat lain masih bisa diam melihat kebobrokan asalkan dapat jatah, Ahok berbeda. Beliau akan blak-blakan menyampaikan ke publik tentang kebobrokan yang diketahui atau dilihat. Beliau sama sekali tidak pernah takut dengan dampak yang muncul.

Ahok sama sekali tak berubah ketika menjadi Komisaris Utama Pertamina. Beliau tetap menjadi Ahok yang dulu seperti ketika menjadi gubernur DKI. Ketika melihat kebobrokan, beliau akan sampaikan ke publik. Beliau tak bisa diam meskipun bisa saja tiba-tiba dicopot dari jabatannya karena mengumbar aib perusahaan. Beliau bahkan tak peduli dengan hak itu karena kebenaran harus diungkapkan meskipun resikonya jabatan melayang.

Saat menjadi Gubernur DKI, momen yang cukup membuat heboh adalah ketika Ahok mencoret dengan membuat lingkaran di anggaran yang diajukan oleh DPRD lalu diberi tulisan "pemahaman nenek lu". Beliau menolak anggaran sebesar Rp 8,8 triliun yang diajukan DPRD untuk sosialisasi SK Gubernur DKI. Tidak hanya itu, beliau juga meminta agar oknum-oknum di DPRD menghentikan upaya-upaya memasukkan dana-dana tak jelas. Beliau mengaku berani bertarung untuk membuat anggaran DKI tepat sasaran.

Sepertinya sudah menjadi tradisi dimana ketika ada pejabat yang jujur dan berintegritas, nasibnya akan berakhir di jeruji besi. Ahok sosok yang tidak menyenangkan bagi para mafia karena tidak bisa diajak kompromi. Begitupun dengan pejabat-pejabat di Pemrpov DKI serta DPRD. Ahok terlalu lurus.

Sudah menjadi rahasia umum jika pejabat-pejabat ingin posisinya aman haeus mudah diajak kompromi oleh siapapun. Jika sudah tidak bisa dikompromi, harus bersiap-siap digulingkan. Pejabat yang jujur dan berintegritas biasanya punya banyak musuh.

Sikap tak bisa diam melihat kebobrokan yang ada pada diri Ahok berlanjut di Pertamina. Saat di DKI Jakarta, Ahok masih mending punya posisi kuat karena sebagai gubernur. Ahok tidak mungkin tiba-tiba dipecat, terlabih apa yang dilakukan oleh Ahok justru sesuatu yang benar. Paling mungkin Ahok harus dikalahkan di Pilkada DKI. Kalau di Pertamina, posisi Ahok tidak begitu kuat. Beliau bisa tiba-tiba saja dicopot oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. Namun sepertinya Ahok tak pernah peduli. Beliau hanya ingin menyampaikan kebenaran.

Ahok blak-blakan membuka aib manajemen Pertamina. Berbagai permasalahan Ahok buka dari mulai melobi menteri hingga persoalan gaji direksi. Ahok mempermasalahkan soal pencopotan jabatan, namun tidak ada perubahan gaji dari karyawan. Dia memisalkan jabatan direktur utama anak perusahaan Pertamina dengan gaji Rp100 juta lebih dicopot. Berikut pernyataan Ahok:

"Masa dicopot gaji masi sama. Alasannya karena orang lama. Ya harusnya gaji mengikuti jabatan Anda kan. Tapi mereka bikin gaji pokok gede semua. Jadi bayangin gaji sekian tahun gaji pokok bisa Rp75 juta. Dicopot, gak ada kerjaan pun dibayar segitu. Gila aja nih," papar Ahok, dikutip Selasa (15/9).

Jujur saya sebenarnya sangat bangga dengan Ahok karena berani blak-blakan menyampaikan kebobrokan di Pertamina. Namun saya khawatir beliau akan mendapat masalah. Andre Rosiade bahkan sudah meminta Erick Tohir untuk memecat Ahok karena dianggap hanya bikin gaduh di Pertamina. Saya yakin banyak yang merasa kesal dan marah dengan pernyataan Ahok. Saya berharap Ahok tidak dicopot dan benar-benar bisa merubah manajemen di Pertamina. (SA)

Sumber : Status facebook Roy Sandy

Friday, September 18, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: