Ahok Orang Kecil, Vero Orang Besar

ilustrasi

Oleh : Ricke Senduk

Setelah Ahok atau BTP melapor akun yang menghina keluarganya, muncul berita di media online, haibunda.com tentang postingan Instagram akun Sahabat Vero.
Media tersebut menulis, postingan tersebut entah menyindir siapa?
Tapi yang membaca akun tersebut mafhum, yg disindir Ahok atau BTP.
Berikut dikutip dari haibunda.com.

"ORANG BESAR" hanya mengurusi HAL BESAR juga .. biarpun Beliau difitnah dan diejek seperti apapun bertahun2, tetap diam, mengabaikan dan fokus pada BERKARYA ..

Walau Beliau tidak selalu mengumbar "agama" nya, tetapi melalui sikap hidupnya terpancar KASIH
Semakin Beliau konsisten seperti ini, semakin membuat iri dan dengki orang-orang tang merasa sebagai saingan Beliau ..

Beliau pantas menjadi simbol Kartini Indonesia #proudofher

MAKA TERBAYANG KARTINI..

Andai Kartini masih hidup semoga ia tidak sedih. Perjuangannya telah bergeser jauh karena banyak orang yang telah salah tafsir. Mungkin ia menangis, "Saya bukan seperti itu.."

Maka sebelum makin salah kaprah dan merusak'imej' Kartini, perlu dipahami dan diluruskan seperti apa Kartini yang sesungguhnya.

Dalam bukunya yang fenomenal, Door Duisternis Tot Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang, RA Kartini, ada bagian yang jarang diungkap.

Itu saat ia dijodohkan ayahnya, Bupati Rembang, RM Adipati Sosrodiningrat, dengan calon suaminya Djojoadiningrat.

Kartini mengajukan syarat syarat.
Tapi sama sekali bukan syarat negatif yang menyalahi norma susila dalam rumah tangga yang bisa berdampak buruk pada anak anaknya.

Ia minta diijinkan membuka sekolah dan mengajar para putri pejabat juga membawa ahli ukir Jepara ke Rembang untuk mengembangkan kerjainan itu secara komersial.

Syarat disetujui. Menikah, Kartini pun mendirikan sekolah wanita.
Sejak itu, perempuan perempuan Jawa mendapat hak yang sama untuk belajar dengan Kartini sebagai guru yang mengajari mereka baca tulis tanpa melihat status. (Setahun kemudian, Kartini meninggal saat melahirkan putera pertamanya)
Tribunnews.com , 20/4/2020

Kartini memang gagal meraih cita cita semasa gadis menjadi dokter , seperti suratnya pada sahabat penanya, Nyonya MCE Ovink Soer,

"Nah, apabila sekarang kami tidak ke negeri Belanda, bolehkah saya ke Betawi untuk belajar jadi dokter?" tulis Kartini dalam suratnya.

Tapi ia berhasil mendobrak kultrur patriarki di Jawa yang menghambat kemajuan perempuan saat itu untuk beroleh hak yang sama dengan laki laki dalam hal pendidikan.

Di era ini, emansipasi telah bergeser jauh. Perempuan, istri menuntut boleh memiliki kekasih lain diluar pasangan. Itu bukan Kartini..
Kartini tidak pernah menuntut agar perempuan bisa seperti kaum pria dibanyak aspek kehidupan.
Koran Tempo 21/4/2020
Karena emansipasi yang Kartini tuntut sama sekali tidak keluar dari koridor agama dan susila.
Itu yang harus dipahami seperti apa R.A Kartini yang sesungguhnya.

ORANG BESAR" hanya mengurusi HAL BESAR juga .. biarpun Beliau difitnah dan diejek seperti apapun bertahun2, tetap diam, mengabaikan dan fokus pada Berkarya.

Kesimpulannya.
Fitnah itu hal kecil. Bukan hal besar.

Jadi , Vero orang besar. Karena yang diurus hanya hal hal besar.
Bukan mengurus hal kecil, fitnah.

Selanjutnya, asumsikan saja , Ahok.
Ahok bukan orang besar. Tapi orang kecil, karena yang diurus fitnah.

Nah, kalau begini ada pertanyaan..
Apakah Presiden Jokowi orang besar atau orang kecil ?
Tapi sebaiknya dicari tahu dulu apakah fitnah berarti hal besar atau hal kecil, bagi Jokowi.

Mengutip Sekertariat Kabinet RI, tentang fitnah.
Bisa meresahkan masyarakat. Presiden Jokowi mengatakan, Hoaks, Fitnah, jangan dianggap ringan. setkab.go.id, 28/2/2019.

Berarti fitnah bukan hal kecil.

Kalau memang fitnah adalah hal kecil, tentunya waktu di fitnah PKI presiden tidak akan mengatakan,

".., Astagfirullah, lahir saja belum, tapi sudah dipasang. Saya lihat di gambar kok ya persis saya. Ini yang kadang- kadang, haduh, mau saya tabok, orangnya di mana, saya cari betul," papar Jokowi.
detikNews, 23/11/ 2018

Tapi ini malah mau presiden cari orang tersebut, bahkan mau 'ditabok.'

Sebelumnya, presiden juga sempat menggunakan istilah yang tidak kalah keras untuk isu dan konteks yang sama. Jokowi mengatakan akan 'menggebuk' orang-orang yang memfitnah dirinya.
CNBC Indonesia NEWS 23/11/2018

Karena presiden mengurus fitnah
apakah berarti presiden orang kecil bukan orang besar ?

Ada satu istilah dalam masyarakat, "Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan."
Ini untuk menggambarkan betapa fitnah sangat 'merusak' .

Dalam kitab suci dikatakan, orang benar akan menolak keras semua perkataan yang tidak benar.
Tapi orang tidak benar akan tetap diam saja ..

Jadi ini bukan soal orang besar atau orang kecil, tapi ini soal orang benar atau orang tidak benar.
Maka, kalau Presiden Jokowi
dan BTP mengurus fitnah, bukan berati mereka orang kecil.

Tapi, karena mereka orang benar, dik..

salam org org bener..
ricke senduk/btr

Sumber : Status facebook Ricke Senduk

Saturday, August 8, 2020 - 19:30
Kategori Rubrik: