Ahok Masih yang Terbaik

Oleh: Amin Mudzakir

 

Bagi sebagian kalangan, Ahok adalah idola. Bahkan ia dianggap manusia sempurna. Oleh karena itu, ketika tersiar berita tentang perceraian, mereka menganggapnya berita palsu belaka.

Tentu saja perceraian adalah sesuatu yang pada awalnya tidak pernah diinginkan. Namun kehidupan selalu mempunyai takdirnya sendiri. Apa yang terjadi, terjadilah. Pada titik ini kita, manusia, adalah makhluk yang lemah.

 

 

Menanggapi hal ini, tidak sedikit para pendukung Ahok yang berlebihan. Mereka sesumbar akan menarik dukungan. Saya kira mereka sedang emosional. Lambat laun mereka akan sadar bahwa pernikahan dan kebahagiaan tidak selamanya seiring sejalan, bahkan bagi mereka yang tetap mempertahankan diri berada dalam ikatan itu.

Dalam hal ini saya justru melihat Ahok yang sebenarnya. Dia tidak bisa pura-pura bahagia. Dia sulit berkompromi jika itu bertujuan hanya untuk menyenangkan orang-orang terdekatnya, termasuk para pendukungnya.

Ahok yang tanpa kompromi inilah yang mengantarkannya menjadi politisi terbaik yang dimiliki oleh negeri ini. Meski itu pula yang membuatnya dipenjara, bagi saya kualitas yang langka tersebut adalah sesuatu yang sangat berharga. Tanpa Ahok di dalamnya, politik Indonesia berjalan nyaris tanpa tenaga.

Oleh karena itu, alih-alih hanya merupakan masalah pribadi antara Ahok dan Veronica, perceraian keduanya adalah batu ujian bagi para pendukung Ahok sendiri. Selama ini, sebagai apa dia dipahami. Jika ternyata Ahok lebih dianggap sebagai orang suci daripada politisi, lalu apa bedanya mereka dengan kelompok sebelah?

Saya tetap bersama Ahok, menunggunya berkiprah dalam politik selepas dari penjara.

 

(Sumber: Facebook Amin Mudzakir)

Wednesday, January 10, 2018 - 15:00
Kategori Rubrik: