Ahok Diprediksi Menangkan Pilgub DKI 2017 dengan Mudah

 

Oleh: Ricky Vinando

Kredibilitas, integritas, proporsionalitas, dan akuntabilitas serta transparansi dan sikap tanpa kompromi jika sudah menyangkut hak rakyat yang ditunjukan oleh Gubernur DKI Jakarta selama ini berhasil membuat Ahok diyakini akan mudah melaju dan memenangkan Pilgub 2017 mendatang, Ini mengacu pada target pengumpulan KTP agar Ahok bisa maju lewat jalur independen sudah melampaui target.

Sampai hari ini jumlah KTP yang sudah berhasil dikumpulkan mencapai 533.374 KTP dari target minimal pengumpulan yang hanya ditarget 532.000. Ada 5 hal yang membuat Ahok akan dengan mudahnya memenangkan Pilkada DKI Jakarta pada 2017.

Pertama, sejak Ahok memimpin DKI Jakarta, setelah ditinggal oleh Jokowi yang terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia, Ahok mendapat ujian sekaligus gangguan tingkat tinggi yang justru datang dari mitra kerjanya yakni DPRD DKI Jakarta, saat itu ada beberapa anggota DPRD DKI yang kini sudah jadi tersangka di Bareskrim Polri memasukan anggaran siluman dalam APBD DKI Jakarta 2014  hingga 12 triliun, termasuk di dalamnya untuk pengadaan UPS yang diperuntukan untuk beberapa sekolah di DKI Jakarta. Namun oleh Ahok dibuka ke publik bahwa ada anggaran siluman yang senjaga dimasukan dan tak pernah dibahas sebelumnya bersama eksekutif-Ahok. Dari kasus ini masyarakat DKI Jakarta mampu melihat Ahok dengan jernih bahwa Ahok adalah sosok kepala daerah yang langkah, jujur serta tidak mau mengkhianati masyarakat DKI Jakarta yang telah memilihnya. Bahkan Ahok pun pernah berkata siap mati demi rakyat yang dibelanya.

Kedua, dalam memimpin ibu kota negara yang dibelit dengan beragam persoalan tentunya Ahok akan mendapat banyak hambatan dan ganjalan dalam menjalankan tugas pemerintahannya terutama soal mengelola keuangan DKI Jakarta. Dengan mental pejabat yang masih ingin korup membuat Ahok lebih tertantang untuk melawan para pejabat korup, dan membuka ke publik mengenai anggaran siluman adalah sikap kepahlawanan Ahok bagi masyarakat DKI Jakarta yang kemudian diteruskan Ahok dengan memperkuat sistem e-budgeting dan e-catalog. Karena dengan penerapan dan pengimplementasian dengan sistem tersebut, Ahok dapat dengan mudah melihat aliran-aliran dana yang mengalir, dan dengan penerapan sistem tersebut lagi-lagi memastikan Ahok akan memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. Penerapan sistem tersebut juga membuat Ahok makin dipercaya dan makin diharapkan dapat mengubah wajah DKI Jakarta. 

Ketiga, persoalan transportasi di Jakarta memang makin rumit dan kompleks. Metromini yang memang masih menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang karena sikap ugal-ugalan para sopir Metromini tentunya juga berhasil membuat Ahok kembali membuktikan ketegasan dan keberaniannya untuk menghentikan aksi sopir yang Metromini yang sudah banyak memakan korban jiwa tersebut. Ahok telah memutuskan untuk mencabut sekitar 90% trayek Metromini karena dianggap sudah tidak layak karena membahayakan pengguna jalan juga tidak taat akan lalulintas. Sebagai gantinya  Ahok telah memutuskan Transjakarta diintegrasikan dengan Metromini, dalam hal ini Transjakarta yang sudah diintegrasikan dengan Metromini tidak boleh menurunkan penumpang kecuali di halte.

Keputusan menghapus hingga 90% trayek Metromini adalah sebuah bentuk ketegasan dan keberanian Ahok untuk membuktikan dirinya bahwa ia mampu membenahi carut marutnya sistem transportasi di ibukota negara in. Meskipun tantangan dan musuh terus menyerang Ahok, hal tersebut bagi Ahok adalah cerminan nyata yang diperlihatkan Ahok kepada masyarakat DKI bahwa pemimpin yang bersih memang dimusuhi banyak orang, Praktis memang sejak Ahok memimpin DKI dan mendapat dukungan penuh dari Presiden Jokowi, Ahok sekarang lebih gampang untuk mengambil dan memutuskan suatu kebijakan yangakan diambil. 

Keempat, pada gubernur-gubernur sebelumnya, hampir semua sungai di DKI Jakarta kotor dan kurang mendapat perhatian yang serius dari pemerintahan yang memerintah saat itu, Namun sejak Jokowi dan Ahok memimpin DKI Jakarta, semua sungai di DKI Jakarta lahan perlahan terlihat bersih dan sangat terjaga kualitasnya, dan setelah Ahok ditinggal Jokowi yang kini jadi Presiden RI, sungai-sungai di Jakarta hampir 80% sudah bersih dan jarang terlihat ada kotoran dan ini yang membedahkan kualitas Ahok dengan gubernur-gubernur DKI sebelum Jokowi dan Ahok yang saat itu berduet untuk mengubah wajah ibukota negara yang jadi cerminan Indonesia di mata internasional.

Kelima, relokasi warga dipinggiran sungai. Keputusan Ahok yang merelokasi warga yang tinggal dipinggiran sungai selama ini dan memindahannya ke Rusunawa adalah sebuah kebijaksanaan Ahok yang ingin menunjukan perhatian yang lebih kepada masyarakat yang selama ini tinggal di pinggir sungai. Cara tersebut juga sangat manusiawi karena sudah berhasil memndahkan warga yang selama ini tinggal ditempat yang sangat tidak layak yakni pinggiran sungai. Karena itulah yang jadi perintah konstitusi bahwa negara harus menyediakan temoat tinggal yang layak untuk warga negaranya dan Ahok sudah menjalankan amanat konstitusi. Relokasi warga ke Rusunawa merupakan salah satu upaya Ahok untuk mencegah agar sungai tidak selalu kotor akibat warga pinggir sungai yang selalu membuang sampah disungai hingga banjir yang sewaktu-waktu dapat melanda ibukota. Dan kini dapat kita rasakan dan kita lihat, walaupun hujan melanda DKI Jakarta, banjir tak akan lagi mengepung DKI Jakarta, dikarekan banyak hal yang sudah diupayakan oleh Ahok selain merelokasi warga dari pinggiran sungai yang selama ini memang menjadi sumber permasalahan banjir di ibukota.

Keenam, di tengah tingginya angka kriminalitas di ibukota, tak menampik anak-anak bisa dijadikan sebagai target oleh para pelaku kriminalitas, untuk menghindari hal tersebut Ahok membuatkan taman khusus anak-anak, yakni ruang publik ramah anak. pembuatan taman yang diperuntukan khusus anak-anak tersebut membuktikan bahwa Ahok memiliki tekad yang sangat besar untuk melindungi anak-anak dari tindak kriminalitas di tengah pdatanya ibukota negara. Tujuan Ahok membangun ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) tersebut jelas yakni untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak, sekaligus anak juga bisa mendapatkan pengawasan bersama sekaligus sebagai tempat bersosialisasi. Faktor keenam ini pula yang ikut mendorong para orang tua di DKI Jakarta yang ikut mengumpulkan KTP-nya agar Ahok dapat kembali memimpin DKI Jakarta, karena bagi masyarakat DKI Jakarta, kinerja Ahok saat ini sudah lebih dari baik dan dibutuhkan dua periode untuk membenahi carut marut ibukota negara ini. 

KTP yang terkumpul melebihi dari jumlah minimal yang dikumpulan oleh relawan Ahok tersebut menbuktikan bahwa Ahok tetaplah dipercaya oleh masyarakat DKI Jakarta untuk memimpin Jakarta pada periode mendatang. Tentunya masyarakat tidak asal-asalan mengumpulkan KTP tersebut, yang menjadi faktor pendorong masyarakat DKI mau mengumpulkan KTP adalah faktor kepemimpinan Ahok yang tegas, keras dan tanpa kompromi sedikit pun. Inilah yang akan membuat Ahok kembali memenangi pertarungan Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. dan atas pengumpulan KTP yang berhasil meleboihi target tersebut kian membuktikan bahwa masyarakat DKI Jakarta tidak akan mempermasalahkan agama yang dianut Ahok, tapi masyarakat DKI melihat ketegasan dan keberanian serta kejujuran Ahok dalam menjalankan roda pemerintahan DKI.

 

Sumber: Kompasiana

Saturday, December 26, 2015 - 15:45
Kategori Rubrik: