Ahok Dihabisi Pakai Dana Reklamasi

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Ingat pilkada super brutal yg pernah ada di Jakarta saat pertarungan Ahok vs Anies. Ahok mengandalkan hasil kerja dan kejujuran semata, karena itulah yg dia punya, itulah warisan dari ayahnya, keluarga keturunan Cina yg begitu setianya kepada Indonesia. Nyaris sempurna manusia ceplas-ceplos yg tak ada takutnya ini bila sudah bicara kebenaran dan melakukan kepedulian kepada kaum bawahan, sayang dia dienyahkan dari tampuk pemerintahan hanya dgn alasan dia Cina dan bukan islam, ini jelas kelihatan, terang melebihi cahaya.

Masih terang diingatan kita bagaimana settingan sebuah kampanye brutal memakai dalil agama, dijual murah penuh amarah yg nyaris bersimbah darah antar warga, baik yg beda maupun yg seagama. Dia didakwa sbg penista agama hanya karena kalimat rekamannya diedit orang celaka, dia dipenjara, yg mengedit juga dipenjara, terus pertanyaannya hukum apa yg dipakai ada dua orang yg satu dicelakakan, dan yg mencelakakan, dua-duanya dihukum penjara, lucu tapi nyata, ya karena memang ada kekuatan super daya, bahkan masjidpun bisa dijadikan serambi neraka.

 

Anies menang, skenario 58% berhasil, tapi anies bkn lawan Ahok sebenarnya, dia bak topeng monyet yg dilatih naik sepeda, cuma itu bisanya, yg lainnya dia tak bisa. Kapasitasnya cuma sbg peserta yg dilegitimasi utk duduk dikursi, dibelakang dia bertebaran ribuan naga, disetiap sudut kota, sampai Balai Kota, semuanya marah kepada Ahok, karena manusia langka ini tak bisa diajak kompromi utk bagi-bagi. Lihat saja biaya operasionalnya yg selalu tersisa, dia kembalikan ke kas negara, sekarang Anies, boro-boro sisa, dia malah jalan-jalan kemana-mana, setali tiga uang, DPRDnya dikasi kenaikan uang kunker 100m lebih banyak dari zamannya Ahok, skrg lgsg ngorok.

Terus, apa hubungan Ahok dan dana reklamasi. Ahok menggagas bagi hasil kepada pengembang 15% utk kas APBD, nilainya bisa mencapai 170 triliun, ini bisa membuat pengembang pikun. Jadi kalau awalnya Anies bicara stop reklamasi, kemudian menerbitkan 1000an IMB, itu memang skenario bajingan yg sdh didesign dari awal. 

Siapa yg tak kenal 9 naga, dan anak-anak naga yg banyaknya sampai kolong meja Balai Kota, dan jangan lupa kalau sdh urusan bagi rata tdk ada 01 atau 02, semua kelakuannya sama. So..ambil saja 10% utk jualan agama dan meratakan niatan Ahok membangun Jakarta, semua rencana kebaikan tinggal cerita, maka kita lihat sekarang apa jadinya, Kali Sentiong tetap seperti semula, Balai Kota jadi keranda. Malah pada pilpres Jakarta nyaris membara, karena perangkat mereka melekat dalam skenario mengambil alih Indonesia dgn cara yg sama, untung saja Tuhan tdk mengizinkanNya.

Jadi, tak usah heran kalau Metro TV batal tayang acara Ahok yg sdh dirancang, ini bukan soal potensi buat tegang Indonesia, tapi lebih kepada IMB yg tiba-tiba ada diatas lahan reklamasi, 170 triliun yg sdh basi, bisa ditagih lagi, karena Ahok bisa menohok, DPRD yg sdh pede, bisa jadi kere. Tapi cb kita tunggu, tayangan Metro bisa jadi dgn cerita editan versi yg diizinkan, tapi apa Ahok mau, sepertinya tak di gugu.

Indonesia luar biasa, kekuatan orba masih menggurita dimana-mana, daya tawarnya masih menjalar, ribuan teriliun bisa menjadi bargaining position, Indonesia dibuat membara, atau dananya dibagi dua. Andre Rosadie jelas bicara bahwa kawannya masih banyak yg ditahan, dan Rizieq masih tertahan tak bisa pulang. Siapa mereka, semua perusuh yg nyaris membakar Jakarta, terus kita mau bagaimana, berdamai dgn preman jalanan yg berpenampilan elegan, berhati setan. Atau kita jalan beriringan yg penting negara aman, pertanyaannya sampai kapan.

Ini fakta, tangan orba masih ada dimana-mana, hidup mapan dan poya-poya, emang kalian pikir Pak Jokowi tidak dikelilingi para gali, lihat saja koalisi rebutan kursi, hanya saja Pak Jokowi tak bisa dibeli, jadi sementara mereka seolah ikut perintah, sambil menunggu kapan waktunya utk berulah. 01 dan 02 sdh selesai, menjadi 03 dan sama-sama menjalin kerjasama sebagai kawan lama. Aha...

Pesta memang menyisakan piring kotor, kasian Pak Jokowi yg jadi tukang cuci..harapan kita 5 tahun kedepan bisa bersih sebagian, kalau keseluruhan itu butuh mesin laundry.

 

(Sumber: facebook Iyyas Subiakto)

Sunday, July 14, 2019 - 23:15
Kategori Rubrik: