Ahok Berhutang pada Rakyat, Anies Berhutang pada Sandi

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Kalau mau melihat kemana arah kebijakan Gubernur ketika dia terpilih nanti, salah satu caranya, lihat saja sumber dana kampanyenya. Setelah Gubernur terpilih, mau tidak mau, dia harus bayar hutang terhadap mereka yang mendukung kemenangannya. Itu biasa dalam politik.

Ok, kita lihat sekarang. Ahok-Djarot berhasil mengumpulkan Rp 60 milyar lebih sedikit. Sebagian besar dana itu didapat dari sumbangan perorangan. Total penyumbang sebanyak hampir 12 ribu orang.

 

Macam-macam cara pasangan ini mengumpulkan duit. Ada yang menjual merchandise, mengadakan gala dinner, sampai membuka rekening sumbangan. Bahkan ada orang yang memberi sumbangan sebesar Rp 10 ribu.

Bukan hanya sumbangan langsung. Puluhan ribuah rara relawan yang bergerak juga membiayai sendiri aktifitasnya. Tanpa dibayar. Bahkan mereka membeli sendiri atribut kampanye seperti baju kotak-kotan, kaos atau merchandise lain.

Artinya jika Ahok-Djarot nanti terpilih, dia berhutang pada rakyat. Bukan pada bandar atau tauke yang mengijon proyek dengan sumbangan kampanye. Karena dia berhutang pada rakyat, Anda semua, penduduk Jakarta wajib menagihnya.

Kita wajib menuntut mereka untuk membuat kebijakan pro-rakyat. Sebab rakyatlah taukenya. Keringat, tenaga dan airmata rakyatlah yang membuat mereka nanti duduk di kursi Gubernur dan Wagub.

Berbeda dengan Anies-Sandi. Pasangan ini menghabiskan dana kampanye sebesar Rp 64 milyar lebih, dari Rp 66 milyar dana kampanye yang dimiliki. Dari mana duitnya?

Sebanyak 96% duit kampanye berasal dari Sandiaga Uno (Cawagub). Kita tahu, Sandi adalah seorang pengusaha. Selama ini kita juga tidak mengenalnya sebagai seorang filantropi, yang mau menghabiskan uangnya untuk kegiatan sosial.

Yang namanya pengusaha akan menghitung pengembalian investasi. Itu biasa.

Simpelnya Ahok berhutang pada rakyat. Dia wajib membayarnya kepada rakyat jika nanti terpilih. Kita bisa meminta dia menjalankan kebijakan yang mensejahterakan.

Sedangkan Anies berhutang pada Sandi. Berhutang banyak sekali. Sandi bisa menagihnya nanti. Entahlah, bagaimana caranya Anies membayar hutangnya ketika dia duduk di kursi Gubernur nanti?

Seandainya ada persoalan yang pilihannya antara kepentingan rakyat dengan kepentingan bisnis Sandiaga, siapakah yang akan didahului Anies? Tentu saja dia akan mendahului orang yang paling berjasa.

Kalau rakyat Jakarta meminta Gubernur Anies untuk berpihak padanya : memangnya akyat sudah ngasih ada sama Anies? Apa rakyat gak malu sama Sandiaga Uno yang membiayai ini semua.

Nyumbang kagak, tapi maunya banyak.

"Tapi kan, kita sudah nyumbang suara buat Anies-Sandi?," ujar rakyat, protes.

"Lho, kan sudah ditukar dengan voucher masuk surga. Impas, dong..."

(Sumber: www.ekokuntadhi.com)

Friday, February 17, 2017 - 18:45
Kategori Rubrik: