Agnez dan PR Besar Kita

ilustrasi

Oleh : Meicky Shoreamanis Panggabean

Masih heboh nggak sih soal Agnes?
Gue mau FBan kemarin malam, eh...Capek.
Ini penjelasan tentang isi wawancara Agnes Monica.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10156986602818095&id=643063094

Trims Linda Tjhin.

Gue nggak setuju dengan beberapa bagian tapi tetap gue posting. Gak sehat lah kalo kita cuma mau posting hal-hal yang kita setujui.

We are adults, we can handle differences.
Ye nggak...Ye nggak...

Gue sering dengerin 2-3 lagunya Agnes, kagum sama etos kerjanya, tau Agnes aktif promosiin Indonesia dan sekarang jumlah info (tentang wawancara) yang gue punya nambah.

Gue tau orang berpendapat:
"Nasionalisme bukan urusan darah."

"Nyantai...Jangan picik."

"Orang bisa aja di tubuhnya mengalir banyak darah. Mungkin yang dominan di Agnes memang bukan Indonesia."

Walau tau itu semua, ternyata gue tetap ilfil dengar kalimat,"I don't have any Indonesian blood or whatsoever."

Lahir di Medan, ortu namanya Muljoto-Siswono, gituu.

Ilfil masuk ke wilayah rasa. Ini subyektif dan debatable. Jadi, kita brenti aja debat soal ini.

BTW, gue masih membuka kemungkinan gue salah sih. Mungkin tes DNA membuktikan dia memang nggak ada darah Indonesia. Siapa tau???

Gue lebih tertarik sama posting screensyut IG Agnes yang dikirim BangVicky Lennon.

Liat bagian akhir. Kalo 2 baris terakhir omongan Agnes sesuai sama kenyataan:

1. Ahok sekarang masih jadi gubernur.

2. Program taman bacaan temen gue di Bekasi masih ada, gak ditutup penduduk sekitar karena dia kristen.

3. Gue masih aktif di kegiatan pendidikan informal yang pesertanya didominasi Muslim. Gue nggak akan ditendang karena gue kristen.

4. Temen gue di Tangerang yang sipit nggak mesti ngegaji guru untuk ngajar di bimbel yang ia buat khusus untuk anak miskin. Dia ngga bisa ngajar, mesti ngegaji 'pribumi', karena dia sipit dan kristen.

5. Bapak kost (muslim) temen gue (kristen) di Karawaci gak perlu turun tangan untuk meyakinkan penduduk setempat bahwa bimbel temen gue bukan proyek kristenisasi.

6. Gak akan ada 100 kg bom ditaruh di dekat pipa gas di bawah sebuah gereja besar di Tangerang.

7. Nggak akan ada polisi dan alat deteksi bom di gereja gue. Kalo Natal dan Paskah bahkan ada anjing polisi, fully trained.

8.Meilana gak akan divonis 18 bulan penjara karena mengkritik suara adzan.

9.Gak bakal ada heboh-heboh TLJ.

10-1000. Teruskan sendiri.

Agnes harus mempromosikan Indonesia dengan cara mengangkat yang beneran bagus-bagus, bukan memoles yang jelek jadi bagus.

Indonesia itu kelebihannya sama kayak kuota internet di iklan:Unlimited. Sangat mungkin ngomong bagus, indah, keren, tentang negeri yang megah ini tanpa perlu bermain dengan kata-kata.

The morale of the story?

Jadikan kenaifan Agnes saat ngomong 2 baris terakhir sebagai momen untuk balik lagi memeriksa PR besar kita:

RADIKALISME.

INTOLERANSI.

Selamat pagiiii. Selamat cari duit.

Buat yang karyawan, selamat membantu bos elo mewujudkan mimpi-mimpinya tapi jangan sampe elo lupa mewujudkan mimpi-mimpi elo sendiri.

Dadahhhhh semuaaaa....

Muahhhh....

Sumber : Status Facebook Meicky Shoreamanis Panggabean

Wednesday, November 27, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: