Agemane Manah

ilustrasi

Oleh : Chandra Yoga Kusuma

Kata Simbah saya, Agama adalah AGemAne MAnah (pakaian hati), dalam bahasa Djawa Ageman mempunyai arti pakaian, dan manah berarti Hati.., Setiap hati punya ukurannya masing-masing, sehingga pakaiannya tidak bisa dipaksakan.., namun masih bisa disesuaikan tergantung kondisi hati Manusia tersebut.

Namun ketika agama berubah fungsi menjadi komoditi (produk) maka yang ada adalah persaingan (semoga persaingan yang sehat)

Jika diibaratkan Rumah Ibadah layaknya Indoma*et dan Alfama*t, yang bersaing mencari pelanggan. Sejauh ini saya belum pernah dengar ada pihak Indoma*et melarang Alfama*t membangun toko, dan sebaliknya.., kedua toko medern tersebut seiring sejalan saling bersaing dimana ada yang satu yang lainnya juga ada disekitarnya.

 

Yang harus diketahui adalah pembeli atau konsumen, bebas memilih sesuai kehendak HATInya dan mau belanja dimana, ga belanja juga gapapa (mungkin lagi ga punya duit). Tapi kalau Agama saling bersaing, hingga melarang Agama lainnya mendirikan tempat ibadah.., mungkin saat ini Agama sudah melebihi komoditas bisnis, dimana konsumen adalah umat yang harus diperebutkan.., dengan sebagai puncak imbalannya adalah Syurga.., ya gapapa sih.., itu sah-sah saja..,

Tapi apakah benar Agama diturunkan untuk bersaing banyak-banyakan umat? Kupikir Agama diturunkan untuk menjadi pakaian hati sehingga sesama Manusia bisa saling menghargai (tepo seliro). Sehingga dapat terwujud kedamaian Syurga di Dunia, seperti Karsa (kehendak) Tuhan.

Friday, February 21, 2020 - 08:00
Kategori Rubrik: