Agar Kasus Cubitan Guru di Blitar Tak Terjadi Lagi

Ilustrasi

Semangat pagi ibu/bapak...sekelumit tulisan ini saya persembahkan kepada ibu/bapak...merupakan ungkapan hati saya atas maraknya pemberitaan tentang konflik orang tua dan guru atas pendidikan anak....
MEMBANGUN SINERGITAS ORANG TUA DAN GURU UNTUK KEPENTINGAN TERBAIK ANAK

1. Rasional: Orang tua dan guru pasti memiliki niat yang sama, memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya untuk kesuksesan hidup anak-anaknya kelak.
2. PERMASALAHAN
Permasalahan yang mulai marak akhir-akhir ini, tentang konflik orang tua dan guru berakar dari BELUM ADANYA KESAMAAN KONSEP TENTANG POLA PENDIDIKAN ANAK PADA JAMAN GLOBAL

3.SOLUSI : secara prinsip, adu kekuatan/arogansi orang tua dan guru mencari pembenarannya masing-masing adalah tindakan yang tidak manusiawi, terlebih-lebih demo ( urusan pendidikan anak adalah sakral, karena amanah ini langsung diberikan Tuhan dan kelak dimintai pertanggungjawaban), oleh karena itu beberapa solusi ini barang kali bisa menjadi pertimbangan:
a. Penyamaan konsep pendidikan anak antara orangtua dan guru perlu mulai dibangun sejak masa MOS
b.Melembagakan pendidikan keorangtuan, dgn prioritas program : pentingnya orangtua terlibat dalam pendidikan anak scr holistik, bentuk-bentuk keterlibatan orang tua di sekolah, bentuk-bentuk dukungan orang tua di rumah dsbnya

CATATAN AKHIR :
1. Anak harus terlindungi pendidikannya dari arogansi orang tua dan guru
2. Anak melakukan kegiatan menyimpang bukan SEBAB tapi AKIBAT...bisa jadi anak adalah TERSANGKA tapi juga KORBAN salah asuh orang tua, guru dan masyarakat
3. Mari kita selamatkan anak-anak kita, karena fitrah anak sebenarnya cenderung pada kebaikan dan dititipkan pada kita orang-orang dewasa yang Insha Allah juga orang- orang yang baik

Jadi sejak awal tahun ajaran baru penting adanya pertemuan orang tua dengan walikelas. Tidak hanya membahas RKAS tapi guru harus menjabarkan konsep pendidikan seperti apa dan apa tugas ortu ketika anak-anak dirumah. Sehingga ketika ada anak-anak yang agak butuh perhatian ya wali kelas harus berkomunikasi dengan orang tua bukan menangani dengan intimidasi apalagi dengan kekerasan.

Monday, July 4, 2016 - 20:45
Kategori Rubrik: