Agamamu Mulia, Jangan Kau Hinakan

ilustrasi

Oleh: Muhammad Arief Junaydi

Saya suka komentar di youtube #Harles_Gultom pada capture ini. Pada dasarnya semua pemeluk agama itu percaya dan meyakini tentang hal-hal ghaib. Entah itu agama Islam, Kristen, Budha, Hindu dan Kong Ho Chu. Meskipun diantara para pemeluk agama ini ada beberapa perbedaan tafsil atau definisi tersendiri sesuai keyakinan masing-masing. Beriman dan tidak beriman tentang keberadaan makhluk ghaib tersebut, itu juga sesuai keyakinan masing-masing agama. Jika dalam Islam ada disebutkan Jin Kafir dan Jin Islam, maka di agama lain juga disebutkan dan diyakini ada makhluk ghaib yang jahat dan adapula yang baik.

Beberapa hari ini saya punya tontonan favorit saya di channel youtube, selain video-video Dagelan khas Jawa Timuran ala Cak Percil feat Cak Yudho yg selalu saya pantengin berjam-jam, itu menjadi tontonan favorit dengan rating tertinggi versi saya, dan kini saya punya tontonan favorit baru yg juga saya tonton dr menit 01 hingga tuntas yaitu chanel praktek pengobatan alternatif Bu Ningsih asal Pandaan Pasuruan Jawa Timur yang biasa menyuguhkan video-video update pengobatan dan penyembuhan pasien yang terkena rasukan makhluk halus sejenis jin dsb. Dimana beliau mengobati para pasien dengan cara berkomunikasi langsung dengan makhluk ghaib tersebut lewat interaksi orang yang disusupi atau dirasukinya. Ada banyak keunikan dan keajaiban dari video praktek tersebut dimana jin yang sudah berusia ratusan tahun merasuki si pasien bahkan ada jin yang didatangkan dari negeri China utk merasuki salah satu pasien dan komunikasinya pun menggunakan bahasa China kuno, bukan Mandarin ataupun Cantonaise yang Bu Ningsih sendiri tidak faham dengan bahasa jin tsb.

Kaitannya dengan video viralnya UAS apa, yaaa mungkin bisa dibilang nggak ada kaitannya namun bisa juga dibilang ada berkaitan dari segi pembahasan makhluk-makhluk ghaibnya, tidak bertujuan utk menanggapi apatah lagi menyerang cara berfikirnya UAS, toh bagi saya itu tidaklah penting bahkan sangat tidak penting (menurut saya), hanya saja ketika sebuah keyakinan kita dipaksakan kepada orang lain yang sudah berkeyakinan lain, tentu tidak tepat dan kurang bijak, begitupula jika pemahaman dalam agama kita dijadikan alat penyerang terhadap keyakinan lain, yang bisa saja tidak akan pernah bisa nyambung dari satu sisi, semantara di sisi yang lain ada hal yang bisa dibilang tidak kalah pentingnya yaitu "kebersatuan dan kebersamaan berbangsa bernegara" dalam bingkai NKRI dan BHINEKA TUNGGAL IKA untuk kita jaga dan prioritaskan juga.

Saya sih tidak terlalu penting menceritakan pengalaman pribadi saya dalam bergaul dengan sahabat-sahabat Non Muslim baik di dalam negeri maupun diluar negeri saat ini, interaksi sosial dalam sebuah pekerjaan sama-sama saya rasakan dengan orang-orang yang beragama Hindu, Kristen dan Budha, berbeda kepercayaan atau keyakinan namun masih tetap saling menjaga etika norma dan koridor masing-masing tanpa harus menjelekkan dan merendahkan satu sama lainnya, mengapa saya bilang tidaklah penting, ya karena anda bisa saja percaya ataupun tidak dengan pengalaman bergaulnya saya dengan sahabat-sahabat non muslim, bahkan mungkin saja anda tidak ngefek dengan apa yg saya tulis ini. Sejak 2012 hingga pertengahan 2015 saya berada di Bali bekerja disana, dan menariknya teman satu kost beda kamar dengan saya adalah orang dengan 4 (empat) agama atau keyakinan berbeda, Muslim ya saya sendiri, dua Hindu orang Bali (namanya I Komang Irawan dan I Kadek Wiyana), satu Kristen Katholik (namanya Yared Makoni Yohannes asal Kupang NTT), satu orang Budha (namanya Rudy Irianto seorang etnis/suku China asal Sragen Jateng).

Kami beribadah sesuai porsi dan posisi keyakinan dan kepercayaan masing-masing, tanpa harus saling menjelekkan dan merendahkan, meski di saat-saat santai kadang kami sering berdiskusi ringan sambil ngejoke segar. Di kamar mereka ada banyak ornamen-ornamen ritual masing-masing jika di kamar kost saya ada kaligrafi lafazh Allah, Muhammad, Bismillah dan Syahadat serta Ayat Kursi, di kamar Yared ada Salib dan gambar ke-Kristen-an, di kamar Komang dan Kadek ada gambar-gambar dewa dewi, begitupula di kamar Rudy juga ada gambar dewa dewi kepercayaan umat Budha. Adanya makhluk halus berupa jin dll, iya saya akui itu ada bahkan bukan cuma sekali dua kali saya melihat dengan mata kepala saya sendiri dalam keadaan alam sadar saya, tapi apakah saya harus berteriak-teriak kepada mereka dengan judge-judge dan vonis penyesatan atau menjelekkan ya tentu tidaklah. Toh bagi saya kok nggak ngaruh sama sekali dengan ornamen-ornamen itu apalagi kalau sampai melemahkan iman, saya rasa tidak sedikitpun sebab iman kita berada dalam hati kita. 
Ini hanya sekilas pengalaman saya berinteraksi dengan sahabat-sahabat yg berbeda keyakinan, saya tidak akan menceritakan semuanya, khawatir kalian bisa berubah jadi kafir wkwkwkwk.

Anjuran dari saya buat saudara dan sahabat muslim (seiman seagama seaqidah).

"Jika kalian ingin menguji kekuatan dan kekokohan iman dan aqidah kalian, maka bergaullah dengan Non Muslim dan Hiduplah di tengah-tengah komunitas mereka dimana agama dan kepercayaan kalian statusnya minoritas di tempat itu, niscaya akan kalian bisa temukan dan bisa nilai sendiri kwalitas keimanan kalian"

Salam damai dan merdeka.
Sungai Buloh, Selangor DE, Malaysia.
18/08/2019.

Link video capture :
https://m.youtube.com/watch?v=EmPLlzwIyeY

Sumber : Status Facebook Rijalul Wathan Al Madury

Monday, August 19, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: