Agama Penuntun Manusia

ilustrasi

Oleh : Eddy Pranajaya

Menyimak keberadaan agama- agama Samawi di seluruh dunia yang penuh tetesan darah dan airmata; aku jadi bertanya-tanya; betulkah keberadaan agama-agama itu jadi penuntun manusia mencapai kesadaran tertinggi ??? Atau malah sebaliknya jadi penuntun manusia kedalam kebodohan ???

Seandainya memang benar bahwa agama adalah penuntun umat manusia untuk mencapai kesadaran tertinggi; tentunya tidak akan pernah terjadi peperangan dan pembantaian serta pengerahan massa atas nama agama untuk mencapai sebuah tujuan, bukan ???
Dan seandainya agama tidak dijadikan sarana pembodohan massa; tentunya para pemimpin agama dan para penceramah agama tidak akan hidup bergelimang harta, bukan ???

Lohhhh ... itu kan tergantung individunya, jangan gebyah uyah ( menyama ratakan ). Tidak semua pemimpin agama dan para penceramah agama hidup bergelimang harta lho ... dan tidak semua pemeluk agama menyetujui perang dan pembantaian ( demikian sanggahan yang biasa kita dengar ).
Barangkali memang ada satu atau dua yang tidak seperti itu, tapi jumlahnya cuma 0 koma berapa persen dari jumlah keseluruhan ???

Lalu kenapa kok nyata tercatat didalam sejarah bahwa sudah terlalu banyak darah dan airmata tertumpah akibat adanya agama-agama tersebut ??? Dan terpampang jelas didepan mata kita, seperti apa gaya hidup para pemimpin agama dan para penceramah agama ???

Agama adalah hubungan pribadi antara seorang manusia dengan Penciptanya, yang tidak perlu melibatkan orang lain didalam hubungan yang sangat pribadi itu. Karena keselamatan jiwa seorang manusia hanya dapat dihadirkan oleh dirinya sendiri dan tidak ada seorang pun manusia diluar dirinya sendiri yang mampu menjamin keselamatan dirinya atau ikut andil didalam proses keselamatan itu.

Ketika hubungan yang sangat pribadi itu dibawa ke ranah publik, maka bukan keselamatan yang akan didapatkan, melainkan kekacauan, kebencian, kebodohan, pencitraan, kemunafikan, dan segala yang buruk akan terjadi karenanya. 
Catatan sejarah telah membuktikan semua itu.

Berapa banyak peradaban, adat budaya bangsa, dan negara yang hancur lebur akibat kehadiran agama-agama tersebut di negaranya ??? 
Brazil, Peru, Mexico, Argentina, dan negara-negara lainnya di Amerika Latin, adat budaya dan kearifan lokal mereka telah musnah tergusur oleh agama dari Eropa. 

Afganistan, Suriah, Irak, Iran, Somalia, Sudan, dan negara-negara lainnya di Afrika telah hancur lebur akibat perang saudara atas nama agama. 
Pakistan, Bangladesh, India, hampir setiap hari ada pembantaian yang berkaitan dengan agama. 
Sebaliknya Vatican, Arab Saudi, Inggris dan Amerika ; pusat daripada agama-agama tersebut justru kaya raya bergelimang harta, bukan ???

Tapi Swedia, Denmark, Finlandia, Norwegia, China, Jepang, dan negara-negara lainnya yang tidak menjadikan agama sebagai satu satunya pembentuk akhlak manusia, justru ada kedamaian disana, penduduknya hidup berkecukupan dan bahagia.

Jadi ... benarkah agama itu penuntun manusia ??? ( dituntun untuk diplokoto ?

Tanyakan jawabnya kepada Burung Beo yang ada didalam sangkarnya 

Rahayu

Sumber : Status Facebook Eddy Pranajaya

Tuesday, August 13, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: