Agama Itu Penting Tidak Penting

ilustrasi

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Bagiku, agama itu penting tidak penting. Penting kalau dianggap penting. Tidak penting kalau dianggap tidak penting. Kaliyen mau menganggap penting ya silaken, tidak juga silaken.

Jadi, karena penting tidak penting, maka kaliyen mau beragama ya silaken, mau tak beragama juga silaken. Mau memeluk satu agama ya silaken, mau memeluk beberapa agama juga silaken. Bebas merdeka. Mau pindah-pindah agama ya silaken, mau istiqamah di satu agama ya silaken.

Jangankan beragama, kaliyen mau bertuhan ya silaken, mau tak bertuhan pun ya silaken. Bebas merdeka. Seandainya Tuhan ada, Dia tentu tak akan "petheken" mau disembah atau tidak. Semua itu tak akan mengurangi kemahaan-Nya.

Urusan kelak di alam akhirat, ditanggung masing-masing penumpang. Itu urusan Tuhan (itupun, sekali lagi, kalau kaliyen percaya atas eksistensi-Nya). Bukan urusanku.

Agama, bagiku, hanyalah salah satu jalan saja. Bukan satu-satunya jalan. Kalau jalan itu kaliyen anggap baik, ya silaken saja dilanjut. Tapi kalau kaliyen anggap buntu, gelap, atau rusak, ya silaken cari jalan lain siapa tahu nggak buntu, nggak gelap, dan nggak rusak.

Lalu apa yang lebih penting daripada urusan beragama atau bertuhan? Bagiku, yang lebih penting adalah berperikemanusiaan. Maka, bagiku, tak ada artinya orang beragama yang minus perikemanusiaan. Tak ada artinya orang bertuhan tapi minus perikemanusiaan. Jauh lebih baik dan beradab orang humanis meskipun sekuler dan ateis, ketimbang orang teis dan agamis tapi tidak manusiawi.

Lalu, lebih baik mana antara orang ateis-sekuler-humanis dengan teis-agamis-humanis? Bagiku sama-sama baiknya.

Lalu, lebih buruk mana antara orang ateis dan/atau sekuler tapi tidak manusiawi (tak berperikemanusiaan) dengan orang teis dan/atau agamis tapi tidak manusiawi (tak berperikemanusiaan). Bagiku, jauh lebih buruk orang teis/agamis tapi tidak manusiawi karena sejatinya mereka telah melakukan perbuatan dosa ganda: mengkhianati kemanusiaan dan ketuhanan sekaligus.

Bijimana menurutmuh? Selamat berefleksi.

Sumber : Status Facebook Sumanto Al Qurtuby

Thursday, February 20, 2020 - 08:00
Kategori Rubrik: