Agama dan Kemajuan Teknologi

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Jumlah penduduk negara Ethiopia sebesar 105.350.020 jiwa...; 43,5% pemeluk kepercayaan ortodok..., dan 33,9% beragama islam..., sisanya lain-lain.

Pada tahun 1983-1985..., negara Ethiopia mengalami musibah kemanusian yang besar...; penduduknya mengalami kemiskinan..., busung lapar..., dan kelaparan.

Saat itu..., lebih dari 500 ribu penduduknya tewas .

Tetapi sekarang Ethiopia mulai berbenah diri..., pemerintahnya sangat serius membangun bangsa dan negaranya untuk maju..., Ethiopia mulai banyak berubah.

Pada tahun 2017..., organisasi FSI ( Food Sustainability Index ) menempatkan Ethiopia menjadi adidaya pertanian dan ketahanan pangan peringkat 12 terbaik dunia .., sedangkan negara kita Indonesia diurutan 21.

Ini beberapa perbedaan antara Ethiopia dengan Indonesia...:

1. Jika dinegara kita negara Israel sangat dibenci..., bendera Palestina sering sekali dipolitisasi dengan demo2 bertopeng bela agama...; maka di Ethiopia Israel dihormati..., diajak kerjasama untuk membangun pertanian di Ethiopia.

Tekhnologi pertanian israel dibawa masuk ke Ethiopia..., maka negara Ethiopia yamg tandus dan gersang itu berkat tekhnologi israel bisa berubah menjadi surga pertanian dan menempati urutan ke 12 didunia.

2. Jika di negara kita...; China dipolitisasi untuk menyerang Presiden Jokowi..., dibilang antek China...; maka berbeda dengan Ethiopia..., China dihormati..., diundang diajak kerjasama untuk membangun Ethiopia.

Pemerintah Ethiopia melihat China sebagai model pembangunan..., Pemerintah Ethiopia menjalin kerjasama pembangunan Infrastruktur di Ethiopia..., dan Chinapun membangun infrastruktur di Ethiopia dengan hebat.

China juga membangun kereta api bawah tanah pertama di Ethiopia..., yang mampu membawa 3.000 penumpang perjam.

3. Jika di negara kita generasi mudanya ada yang mabok agama/mabok khilafah..., dari SD generasi muda kita ada yang sudah dicekoki dengan paham radikal (tidak digeneralisasi lho..., karena masih banyak yang bagus)..., maka berbeda dengan Ethiopia..., di sana generasi mudanya mendorong pemerintahnya..., supaya negaranya menjadi pusat inovasi terkemuka di Afrika.

IPTEK di Ethiopia terus digalakan..., pemerintah Ethiopia membangun ratusan Universitas.

Di Ethiopia yang tanahnya tandus..., gersang..., dan sulit air...; tetapi masyarakatnya tetap bersyukur dan tidak tinggal diam.

Pemerintah Ethiopia terus menggalakan pendidikan..., supaya SDM masyarakatnya naik berkualitas.

Pemerintah Ethiopia terus mengajak negara lain untuk bekerjasama,

Pemerintah Ethiopia tidak terus menerus meratapi tanahnya yang tandus gersang..., tetapi tanpa putus asa terus berusaha mencari jalan bagaimana dengan tekhnologi tanahnya bisa menjadi subur.

Untuk itu maka diajaklah israel bekerjasama di bidang pertanian..., meskipun sampai sekarang masyarakatnya masih ada yang dilanda kelaparan..., tetapi pemerintah Ethiopia terus berusaha untuk merubah keadaan menjadi lebih baik.

Pemerintah Ethiopia tidak pernah tabu dalam mengajak negara lain untuk bekerja sama..., demi membangun bangsa dan negaranya.

Jika seandainya masyarakat dan pemerintah Ethiopia itu mabok agama..., maka negara Ethiopia yang miskin itu pasti akan semakin jauh tertinggal...,malah akan semakin miskin..., sebab bangsa yang mabok agama itu akal sehatnya sudah tidak jalan lagi..., tidak akan pernah maju dan tenggelam di dalam kemiskinan dan kebodohan.

Dan tidak diragukan lagi..., bagaimana tekhnologi bisa merubah suatu negara ke level yang lebih tinggi.

Sekarang di negara kita Indonesia...:

Negara kita hijau dan subur tanahnya..., air lebih dari cukup..., tetapi kenyataannya ada banyak yang tidak bersyukur..., banyak yang kufur nikmat.

Di negara kita ini ada kelompok2 mabok agama..., yang ingin merubah negara ini menjadi negara khilafah.

Mereka kufur nikmat..., yang hanya ingin merusak negara ini..., ingin menghancurkan negara ini..., merekalah yang kafir sebenarnya.

Dan berdasarkan fakta..., bahwa suatu bangsa yang mabok agama..., maka bangsa tersebut tidak akan pernah maju..., malah akan tenggelam dalam kemiskinan..., kebodohan..., dan kehancuran.

Rahayu

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

 
Wednesday, December 11, 2019 - 15:45
Kategori Rubrik: