Agama dan Ilmu

Oleh: Ferizal Ramli
 

Banyak Para Agamawan bilang Agama itu kedudukannya di atas ilmu pengetahuan. Ini umumnya menjadi paradigma mainstream pada masyarakat Islam. Menurutku, ini cara pikir tersesat. Cara pikir agamawan yang tersesat inilah yang diajarkan pada umat Islam berabad2 yang membuat masyarakat Islam menjadi terbelakang.

Agama dan Ilmu TIDAK ada yang di bawah dan diatas kedudukannya karena itu merupakan 2 hal yang beda. Pointnya bukan di atas atau di bawah tapi pada pemberian peran yang pas pada keduanya. Jika mendudukan agama di atas Ilmu Pengetahuan maka kemunduran, kemiskinan dan kebodohan hasil akhirnya di masyarakat, contohnya masyarakat Islam di dunia saat ini.

Saat ini mainstream umat Islam mengatakan agama itu di atas Ilmu yang justru terjadi membuat kita mundur. Itu khas cara pikir yang diajarkan Al Ghazali abad 11 yang menjadi panutan hampir semua umat Islam sampai saat ini, yang membuat masa sebelum ajaran Ghazali, masyarakat Islam itu jaya dalam "Golden Age" berubah ironis menjadi tenggelam di titik nadir.

Bagiku pribadi, agama dan ilmu itu berbeda perannya!

Untuk anda semua pahami, secara fakta empirik tak terbantahkan: Orang bisa hidup hebat tanpa agama. Tapi orang pasti terbelakang tanpa ilmu. Ini satu bukti empirik Agama TIDAK diatas Ilmu Pengetahuan kedudukannya seperti yang diyakini oleh banyak para agamawan.

Pertanyaannya: Klo begini apakah agama tidak penting? 
Jawabnya: Penting dalam ranah pribadi! 
Jika dalam ranah sosial implementasi ajaran agama itu harus sejalan dengan perkembangan ilmu. Bukan agama yang mengatur ilmu pengetahuan karena jika agama mengatur ilmu pengetahuan maka yang dihasilkan masyarakat terbelakang.

Peran agama itu memberi spirit pada ilmuwan dan masyarakat (artinya: memberi spirit pada orang2nya secara individu, bukan memberi spirit pada subyek ilmu pengetahuan karena agama tidak akan mampu melakukan itu) sehingga ilmu yang dihasilkannya memberi kebaikan dan dimanfaatkan untuk kebaikan masyarakat banyak.

Agama itu untuk mengajarkan supaya individu orang-2 berilmu tidak merasa "Übermensch" atau "Superhuman" yang dengan ilmunya justru menindas orang lain. Disini peran penting agama; untuk menghaluskan cara berpikir manusia sehingga penuh empatik, bukan malah agama menjadi dasar legitimasi merasa menjadi golongan paling hebat dan paling benar sendiri.

 

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

 

Ferizal Ramli Ferizal Ramli

Sunday, May 29, 2016 - 10:45
Kategori Rubrik: