Agama dan Akal

Ilustrasi

Oleh : Rijalul Wathan Al Madury

Agama Islam yg dibawa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallama. Adalah agama yg komplit dan komplek dimana kita tak bisa memahami inti atau esensi agama itu tanpa adanya akal. Karena kita adalah salah satu makhluk Allah yg komplit plus komplek juga dibanding dengan makhluk Allah yg lainnya seperti ;
Malaikat tanpa akal dan nafsu
Hewan tanpa akal hanya nafsu
Iblis dan Jin mempunyai akal dan nafsu tapi tidak berwujud nyata.

Didalam agama Islam ada dalil Naqli yaitu Nash (Qur'an dan Hadits) dan dalil 'Aqli (Rasio). Salah satu fungsi akal itu yaitu utk memahami sehingga bisa mengamalkan nash naqli tsb.

Dari Empat Imam Madzhab dalam bidang Fiqh Aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah; Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali sama2 mempunyai konsep dalam mengeluarkan fatwa2 seputar Ahkaamuddin dan dari keempatnya ini tak ada satupun yg mengenyampingkan nash naqli ataupun aqli.

Imam Hanafi lebih terfokus ke hasil ijtihad Aqli/Ra'yi.
Imam Maliki lebih terfokus ke nash Naqli.
Imam Syafi'i menyinkronkan keduanya Naqli dan Aqli.
Imam Hanbali fokus ke nash Naqli dan mengambil ijtihad Aqli yg baik dari Madzhab2 sebelumnya.

Sementara Imam Abu Hasan Ali Al-Asy'ari Sang Imam sekaligus pencetus Aqidah Sohih Firqah An-Najiyah Ahlussunnah Wal Jama'ah mengikuti pemahaman Imam Assyafi'i yaitu menggunakan dalil Naqli dan Aqli. Mengapa demikian? Apa sebab dasar dan alasannya?

Yaitu;
Pada masa beliau banyak fitnah dan huru-hara seputar bermacam2 Aqidah dan Kepercayaan yg baru (Kebid'ahan) yg nyata termasuk seperti Mu'tazilah, Atheisme, Hururiyah dan sejenisnya.

Imam Asy'ari mengcounter dan memblokade pemahaman Aqliyahnya Mu'tazilah dgn Nash Naqli, mencounter dan memblokade pemahaman Atheisme dan Hururiyah (Liberalisme) dgn menggunakan Nash Aqli. Tidak hanya itu saja perlawanan dan perjuangan Imam Al-Asy'ari tapi juga memblokade pemikiran2 dari para pendeta2 Nasrani dan Rahib2 Yahudi. Itulah sebabnya mengapa beliau banyak dimusuhi oleh lawan2nya karena beliau benar2 berjuang sendirian menghadapi serangan demi serangan baik dari aqidah2 sesat dlm Islam sendiri maupun diluar Islam. Sehingga ada Seorang Ulama yg ikut bersama beliau sbg partner beliau yaitu Imam Abu Mansur al-Maturidi Rahimahumallah meski Fiqhnya mengikuti Imam Hanafi tapi mempunyai dasar pemikiran Aqidah yg sama yaitu Ahlussunnah Wal Jama'ah.

Anehnya, di zaman akhir ini ada beberapa Ustadz Cap Karbet Label Mie Instan yg seenaknya berfatwa bahwa "Islam itu sumber hukumnya adalah cukup Qur'an dan Hadits bukan Akal" padahal dalam aya-ayat Al-Quran banyak bertebaran yg menunjukkan agar manusia berfikir atau menggunakan akalnya. Bahkan tak jarang yg asal vonis memvonis sesat menyesatkan kepada Imam Al-Asy'ari Rahimahullah dan para pengikut beliau.

Ayat-ayat Al-Qur'an banyak menyebutkan tentang perintah Allah SWT agar manusia senantiasa berfikir dan menggunakan akalnya:

Al-An'am : 50, 32, 151
Al-Baqarah : 266, 219, 44, 73, 76, 242
Al-Hadid : 17
Azzukhruf : 3
Al-Mu'min : 67
Al-Qashas : 60
Al-Mu'minun : 80
Asshaffat : 138
Assyu'araa' : 28
Al-Anbiyaa' : 10, 67
An-Nuur : 61
Al-A'raaf : 169
Aalu Imron : 65, 118
Hud : 51
Yunus : 16
Yaasiin : 62
Yusuf : 2, 109

Nah, Lantas Ustadz Syekh Felix Siaw Al-Kofflaqi Al-Ahmaqi ngambil fatwa darimana yg menfatwakan dan melarang manusia khususnya masyarakat Muslim utk tidak berpedoman atau menggunakan "Akal" ?
Padahal Akal kita berguna utk mencerna, menelaah dan mengkaji apa yg ada dalam Al-Qur'an & Assunnah ! 
Ente Waras Lix ... Lick Lick Lick 

Quote:
" Orang yg jumud (Kaku) dan hanya terpaku dgn nash Naqli (Qur'an & Hadits) akan cenderung berpemahaman Ekstrim dan Radikal,
Orang yg terlalu bebas melayani kemauan akalnya akan cenderung tidak peduli kepada nash Naqli dan akan terjerumus kepada Liberalisme, jadi beragama itu harus seimbang".

[ Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj ]

Sumber : Status Facebook Rijalul Wathan Al Madury

Friday, April 20, 2018 - 20:15
Kategori Rubrik: