Agama Dakwah dan Tempat Ibadah

ilustrasi

Oleh : Aru Martino

Kita semua tau bahwa ada 3 agama yang lahir dari rumpun yang sama di dunia ini.

Agama tersebut adalah Yahudi, Kristen, & Islam.

Orang biasa mengenal dengan sebutan "1 Allah Dalam 3 Agama".

Sebutan itu sebenarnya sangat beralasan krn Agama tersebut lahir dari bapak moyang yang sama, yaitu Abraham.

Jadi jangan kaget kalo ada yang menyebut 3 Agama ini sebagai Agama Abrahamik (Agama Ibrahimiah), Agama Samawi, Atau Agama Semit.

Dari 3 Agama ini, hanya 2 Agama yang sangat masif mengaktualisasikan Iman Kepercayaannya lewat Dakwah atau kalo di Kristen di sebut dengan Penginjilan, yaitu Kristen & Islam.

Oleh karena itu jangan heran kalo 2 Agama ini memiliki tempat ibadah paling banyak di negeri ini.

Bahkan jarak antara 1 tempat ibadah dengan yang lain tidak terlalu jauh.

Apakah salah jika kedua Agama ini memiliki tempat ibadah yang banyak walaupun jaraknya antara yang 1 dengan yg lain tidak terlalu jauh?...

Menurut saya, tidak salah juga...

Kenapa tidak salah? Ya namanya juga Agama Dakwah.

2 Agama ini memiliki program sasaran menjangkau org sebanyak mungkin utk bs mengenalkan Agamanya bahkan kalo perlu bisa membawa masuk orang2 yg dijangkau utk menjadi pengikut dr Agama tsb.

Asal saja dalam proses melakukan dakwah, suatu Agama bisa mengikuti norma2 yg berlaku dalam masyarakat disekitarnya menurut saya tidak masalah.

 

Faktor itulah yg akhirnya membuat kenapa Kristen & Islam memiliki tempat ibadah yg sangat banyak.

Dengan banyak nya tempat ibadah yg dimiliki 2 Agama Semit ini, menurut sy, kita tdk bisa mengaitkan Agama tsb dg kecongkakan kecuali org gila yg bilang bahwa ada korelasi antara banyaknya tempat ibadah dengan kecongkakan.

Bukan hanya tdk ada korelasi dg kecongkakan tp juga tdk ada hubungan antara banyaknya tempat ibadah sbg penyebab kenapa agama tsb mendapatkan perlakuan yg tdk baik.

Karena menurut sy yg membuat agama mendapatkan perlakuan tdk baik faktornya cm 1, yaitu adanya celah di negeri dimana agama tsb berada.

Kalo di Indonesia celahnya hanya 2:

1// Adanya peraturan yg menguntungkan agama tertentu dan merugikan agama lain.

Kalo di Indonesia peraturan yg terlihat jelas tdk menguntungkan semua Agama ya SK 2 Menteri.

Teman2 bs cari aja infonya di google ttg Peraturan SK 2 Menteri.

2// Tidak adanya sikap tegas dr pemerintah dalam menangani persoalan tsb.

Kenapa saya harus mengulas hal ini?...

Jujur saja setelah diberitahu teman ttg tulisan seseorang dan membacanya, Saya merasa ada hal aneh yg perlu diluruskan ttg keberadaan gereja di indonesia.

Apa itu?...

Stigma yg mengatakan bahwa keberadaan rumah ibadah orang Kristen yang sangat banyak inilah yg menyebabkan gereja kadang mendapatkan perlakuan tidak baik.

Bahkan dalam tulisan tsb dikatakan bahwa banyak dr kita terlalu mengada-ada dalam menyasar SK 2 Menteri sbg penyebab terjadinya tindakan intoleran.

Oleh karena itu lwt tulisan ini saya cm mau bilang 1 hal saja kepada teman2 Kristiani.

Hati2lah dalam menerima informasi, cernalah, dan belajarlah kritis dalam banyak hal.

Di jaman akhir ini akan banyak muncul orang2 yang mengaku paham ttg Agama dan yg tdk jelas rekam jejaknya ttg Agama akan dg mudah mempengaruhi teman2 kalo teman2 sendiri tdk suka baca Kitab Suci.

Jangan cm ngabisin waktu dg membaca status2 orang, tapi sedikanlah wkt untuk membaca Firman Tuhan.

Karena siapa yg akan menjaga keimanan teman2 kalo bukan diri sendiri?

Gmn, paham ora son?

Salam 
Aru Martino

Friday, August 30, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: