Adikku Sayang, Adikku Malang

ilustrasi

Oleh : Lucius Eko Hari

sebuah kisah kehidupan nyata... yang dituturkan mas Anggoro Ruwanto...

semoga ada hikmah yang dapat kita petik bersama...

***

ADIK KU SAYANG, ADIK KU MALANG

Kami 9 bersaudara adik ku perempuan ini no 8, saat kelas 3 SMA dia diajak gabung ke pengajian kelompok mahasiswa. Setengah tahun setelah ikut kelompok pengajian ini perilakunya mulai berubah, sering pergi-pergi dengan kelompoknya, dan kalau dirumah waktunya lebih banyak untuk ngaji.
Padahal dulu rajin sekali membantu pekerjaan rumah dan pergaulan nya tidak dibatasi.
Selesai SMA dia tidak mau kuliah, karena sudah mau kiamat katanya.
Setengah tahun kemudian pakaiannya sudah berubah total seperti ninja. Dan cuma satu warna, hitam doang. Dan tidak lagi mau bersalaman dengan teman-teman cowok.

Suatu hari kami terkejut karena dia bilang mau menikah, tanpa ada pacaran ( dilarang dalam pengajian itu ) jadi proses nya sangat sederhana, Imamnya cuma tanya " siapa yang sudah siap berjihad dalam pernikahan ? " Lalu beberapa laki-laki dan perempuan mengacungkan jarinya.
Dan imam tinggal menunjuk " kamu dengan kamu... Si anu dengan si anu ... Kowe dengan Kowe.. " begitu saja ( mereka tidak saling kenal wajah karena si perempuan tertutup semua ). Saat mengurus surat-surat ada sedikit kesulitan karena adik saya tidak mau difoto kalau dibuka cadarnya. 

Akhirnya difoto oleh petugas perempuan kelurahan dan dikamar tersendiri.
Mereka menikah di KUA. Lalu merubah namanya, adik saya menjadi Siti Maryam, dan suaminya jadi Abu Isa. ( Suaminya dosen matematika di sebuah perguruan tinggi negeri terkenal di jogjakarta ) tapi keluar karena tidak mau di gaji dengan uang haram pemerintah thogud / kafir.
Bukan hanya suaminya tapi banyak juga kelompok ini yang keluar dari pekerjaan nya, ada yang tadinya berprofesi pilot, manager BUMN, dosen, PNS.. dll. Mereka mengisolir kelompok nya dengan membeli lahan yang luas, lalu bikin sekolahan sendiri, juga lahan pekuburan sendiri dan perumahan sendiri. Dan tiap-tiap keluarga berwiraswasta. ( Tapi entah usahanya gagal atau sukses mereka tetap berlimpah dengan uang ).

Inilah yang mereka haramkan :
1. Keluar rumah tanpa memakai Burdah / cadar.
2. Bertemu lawan jenis yang bukan muhrimnya / saudaranya.
3. Musik.
4. TV hanya siaran pengajian mereka saja yang disetel.
5. Gambar wajah. Kalau ada gambar wajah wajib di blok dengan tinta hitam.
6. Wajib memelihara jenggot.

Setelah menikah selama 11 tahun adik saya punya anak 11 lalu oleh dr disuruh berhenti karena kandungannya sudah tidak sehat.
Tapi pada tahun ke 12 suaminya bilang mau menikah lagi... Adik saya tidak mau di madu, akhirnya tahun ke 12 dan 13 hamil lagi berturut-turut. Dan anaknya yang ke 13 mengalami cacat mental dan fisik.
Tahun ke 15 adik saya akhirnya meninggal dunia karena kerusakan yang parah pada rahimnya. ( Ini mungkin yang dimaksud dengan berjihad dalam pernikahan )

Tahun ke 15 suaminya kawin lagi dengan 2 orang janda ( dari kelompok mereka juga ) yang masing-masing sudah punya anak 3 dan 2. Tahun ke 16 suaminya kawin lagi dengan seorang gadis dari kelompok mereka juga. Tahun ini punya 2 anak dari nya.

Iedul qurban tahun lalu, mereka mengunjungi adik saya yang nomer 3 ( kristen ) dan bersilaturahmi dengan kami semua...
3 mobil penuh dengan rombongan mereka ( hitam-hitam ) tetangga-tetangga heran, karena kami yang Kristen punya hubungan saudara dengan keluarga Ninja ( kata mereka ).

Sumber : Status Facebook Lucius Eko Hari

Monday, July 6, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: