Adat Dayak Tidung dalam Pecahan Rp 75.000

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Beredar narasi yang menyebutkan..., bahwa ada gambar anak mengenakan pakaian adat China di uang pecahan baru Rp. 75.000,-.

Narasi tersebut..., langsung menjadi sorotan publik.

Awalnya..., ada seorang warganet yang meneliti satu per satu pakaian adat...; bertanya tentang salah satu model pakaian yang tak ia ketahui.

"Ini uang pecahan Rp. 75.000,- yang dikeluarkan BI hari ini..., itu yang tengah pakaian adat mana ya ada yang tahu...?" tanya salah seorang pengguna Twitter.

Pertanyaan tersebut..., mendapatkan banyak respons dari publik.

Namun..., salah seorang warganet menuliskan sebuah jawaban yang membuat publik tercengang.

Ia menyebut..., bahwa pakaian adat dalam pecahan Rp. 75.000,- itu adalah pakaian adat dari Negeri Tirai Bambu..., China.

Benarkah klaim tersebut....?

Klaim yang menyebut..., bahwa ada gambar anak mengenakan pakaian adat China di uang pecahan Rp. 75.000,- adalah klaim yang salah.

Faktanya..., gambar tersebut bukanlah pakaian adat China...; melainkan pakaian adat dari Suku Tidung..., Kalimantan Utara.

Gambar anak dengan pakaian adat di uang pecahan Rp. 75.000,- tersebut...., sama persis dengan pakaian adat Suku Tidung.

Suku Tidung..., merupakan suku yang berada di bagian utara Pulau Kalimantan.

Suku ini juga merupakan anak negeri di Sabah..., jadi merupakan suku bangsa yang terdapat di Indonesia maupun Malaysia (negeri Sabah).

Pakaian adat Suku Tidung...; terdiri dari Pelimbangan dan Kurung Bantut (pakaian sehari-hari)..., Selampoy (pakaian adat)..., Talulandom (pakaian resmi)..., dan Sina Beranti (pakaian pengantin).

Pakaian adat Suku Tidung kini telah diakui secara resmi menjadi pakaian daerah Kota Tarakan..., seiring dengan perubahan status Tarakan dari kota administratif menjadi kotamadya.

Pakaian adat Suku Tidung..., menjadi identitas etnis sekaligus identitas Kota Tarakan.

Gubernur Bank Indonesia (BI)..., Perry Warjiyo mengatakan..., bahwa uang pecahan khusus ini memiliki makna yang sangat dalam.

Uang kertas ini melambang jati diri Indonesia..., sebagai bangsa yang besar.

Tema besar dalam desain Uang Peringatan 75 Tahun Kemerdekaan RI..., adalah mensyukuri kemerdekaan..., memperteguh kebinekaan..., dan menyongsong masa depan gemilang.

Yang dimaksud dengan mensyukuri kemerdekaan...., digambarkan dengan peristiwa pengibaran bendera pada saat proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945..., oleh Proklamator Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta.

Sedangkan gunungan..., memiliki filosofi pembuka dan permulaan lembaran baru pada halaman depan uang kertas anyar ini.

Sementara yang dimaksud dengan memperteguh kebinekaan..., adalah digambarkan dengan anak Indonesia menggunakan pakaian adat yang mewakili daerah barat..., tengah..., dan timur NKRI...; serta beragam kain motif kain Nusantara..., yaitu...: tenun Gringsing Bali..., batik Kawung Jawa..., dan songket Sumatera Selatan...; yang menggambarkan kebaikan..., keanggunan..., dan kesucian.

Sementara menyongsong masa depan gemilang..., digambarkan dengan Satelit Merah Putih sebagai jembatan komunikasi NKRI..., peta Indonesia Emas pada bola dunia yang melambangkan peran strategis Indonesia dalam kancah global..., serta anak Indonesia yang digambarkan sebagai SDM unggul di era Indonesia Maju.

Sedangkan berbagai pencapaian pembangunan selama 75 tahun kemerdekaan..., digambarkan dengan Jembatan Youtefa..., MRT..., LRT..., dan jalan tol Trans-Jawa.

Dari penjelasan di atas..., dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebut ada pakaian adat dari China di uang pecahan Rp. 75.000,- adalah klaim yang salah.

Klaim tersebut..., masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

Karena faktanya..., pakaian adat yang dituding mirip China itu adalah pakaian adat salah satu suku di Indonesia..., suku Tidung.

Rahayu

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

Thursday, August 20, 2020 - 08:15
Kategori Rubrik: