Adakah Suspect Corona Bergelimpangan tak Tertangani?

ilustrasi

Oleh : Munawar Khalil

Banyak opini dan analisa yang menyatakan bahwa penanganan Corona di Indonesia sangat kacau dan terlambat. Sehingga peningkatan jumlah korban yang tertular katanya menjadi masif pada hari² terakhir.

Bahkan ada yang membandingkan penanganan Vietnam versus Indonesia yang sangat kontradiktif. Padahal Vietnam berbatasan dengan China, negara yang "dicap" sebagai sumber dan pembawa wabah ini.

Mereka lupa, ada perbedaan mendasar antara Vietnam yang berideologi komunis dengan Indonesia, yaitu kedisiplinan rakyatnya dalam mematuhi regulasi yang ditetapkan pemerintah. Apalagi diperparah, di Indonesia korban terpaparnya virus pilpres masih membekas. Sehingga tidak hanya para ahli tidak kredibel yang bersuara, tapi juga politisi dan orang awam yang tidak berilmu. Atau punya ilmu sedikit tapi merasa ahli dalam menangani atau meneliti virus baru ini.

Jadilah, pemerintah semakin rentan dijadikan kambing hitam ketika ada permasalahan dalam hal pengendalian penyebaran pandemi. Semua isu digoreng persis ketika pilpres dulu.

Selain pemerintah, seperti biasa jika ada gejolak, China negara yang secara faktual tidak ada hubungannya dengan penurunan kondisi perekonomianpun dimunculkan kembali sebagai negara yang berperan penting ikut memperparah keadaan karena mengirimkan tenaga kerjanya disaat wabah ini berlangsung.

Hanya saja ada satu hal yang lupa kita catat, setelah dua bulan bersama Covid-19, dan menjelang bulan ketiga atau bahkan mungkin keempat. Tampaknya semua baik² saja. Tidak ada lonjakan jumlah pasien positif yang masif, RS yang penuh sampai pasien tidak tertangani, atau bergelimpangannya korban² meninggal dunia secara massal di jalan².

Angka kematian yang dirilis perhari atau pertahun sekalipun secara statistik belum ditemukan perbandingannya secara jelas dan valid dengan hari² normal. Itupun kita hanya me raba², karena menganggap setiap yang meninggal adalah karena Covid-19 ini.

Kita harus bersiap hidup normal, fokus kepada perbaikan ekonomi, bekerja seperti biasa, tapi tentu saja dengan menjaga kesehatan secara lebih baik dan ketat. Rajin cuci tangan, menjaga kebersihan, tetap berolah raga, mengurangi perkumpulan yang tidak perlu, dan beribadah tetap sementara di rumah atau ruangan kantor sampai semuamya benar² pulih. Sebab virus² itu akan selalu ada di sekitar kita.

Hindari mahir dan terbiasa mencari kesalahan orang lain untuk menutupi ketidakmampuan kita. Karena virus dahsyat itu bukan hanya Corona ini, tapi juga kebodohan yang masif.

Sumber : Status facebook Munawar Khalil

Sunday, May 17, 2020 - 14:15
Kategori Rubrik: