Adab Bukan Nasab

ilustrasi

Oleh : M Kholid Syeirazi

Keturunan Nabi tentu saja punya kelebihan nasab. Tetapi , bukan-keturunan Nabi bisa punya derajat yang lebih tinggi dengan syarat. Saya ingin nukil pendapat Syekh Nawawi al-Bantani dalam Kitab Maraqi al-Ubudiyyah Syarh Bidayah al-Hidayah (Cairo: Mathba’ah Ma’ahid, 1926), h. 79:

« وأفاد بعضهم أن من إنتسب إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو من أولاد الحسن أو الحسين وهو غير عالم يفوق على غيره ممن يساويه في الرتبة بستين درجة وأن العالم الذي لم ينتسب إليه صلى الله عليه وسلم يفوق على غير العالم ممن إنتسب إليه صلى الله عليه وسلم بستين درجة »

“ Sebagian ulama menambahkan bahwa siapa pun yang sambung nasab dengan Rasulullah SAW yakni dari keturunan Hasan dan Husain tetapi dia tidak alim, derajatnya lebih unggul 60 tingkat dibanding orang-orang awam. Tetapi, orang alim yang tidak sambung nasab dengan Rasulullah SAW, derajatnya lebih unggul 60 tingkat dibanding keturunan Nabi yang tidak alim.”

Ilmu bisa mengerek derajat orang-orang seperti saya, sampeyan, kalian, dan semuanya lebih tinggi dibanding keturunan Nabi. Bahkan ilmu pula yang membuat derajat manusia lebih tinggi dibanding Malaikat.

Kok Syeikh Nawawi bicara soal kedudukan ‘habib’? Beliau sedang menjelaskan uraian Imam Ghazali tentang maksiat-maksiat hati yang datang dari sifat ujub, congkak, dan pongah. Ada banyak jalan orang merasa lebih baik dari orang lain. Salah satunya adalah nasab. Di sini beliau menegaskan bahwa kedudukan ilmu di atas nasab.

Sumber : Status Facebook M Kholid Syeirazi

Tuesday, November 17, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: