Ada yang Provokasi Soal Konspirasi Corona

ilustrasi

Oleh : Imami Nur Afiati

Para penganut teori konspirasi di bawah ini percaya bahwa setiap dokter dan perawat bekerjasama memalsukan data jumlah pasien covid19 supaya melambung, jadi meraka bisa panen fee. Ouuw benarkah?

Feenya kata Emma Lutfana (mengaku perawat) tuk perawat 7,5juta dan dokter 15juta (awalnya dia tulis per pasien) di ruang isolasi. Lalu saya telusuri jejak digitalnya, tidak ada info kalau dia seorang praktisi kesehatan, yang ada cuma dia jualan di grup-grup Banjarmasin. Setelah saya infokan sedikit identitasnya, jawaban dia mulai goyah, lalu mulai berkelit bahwa maksud dia itu insentif setiap bulan, yang mana kata dia, teman-temannya yg praktisi perawat di ruang isolasi RS pun belum ada yang dapat.

Lalu saya laporkan ke kakak saya yg merupakan dosen FIKUI senior, ditelusuri di PPNI tidak ada nama itu, saya skrinsyut semua tulisannya yg ngedabrus, skrg sedang ditracing PPNI. Mungkin kalau ketemu identitasnya, PPNI akan sowan kesana. Penyebar fitnah memang bikin malu organisasi profesinya apalagi kalau dia cuma mengaku-ngaku perawat aka perawat gadungan bisa lebih panjang lagi urusannya nanti.

Nah tulisan yg utama adalah punya Dwi Astina Nurmansyah , link nya sbb: https://m.facebook.com/groups/488655531196343…

Tulisannya ada saya skrinsyut. Ini jg sudah dilaporkan ke IDI. Seperti pada skrinsyut tsb, dengan PDnya dia nulis bahwa data pasien Covid19 sengaja digelembungkan oleh dokter dan perawat tuk dapet fee. Ngedabrus, ngeyel, nulis ngalor ngidul katanya FAKTA. Diminta buktinya malah ngasih video-video ttg RS Amrik atau rapid test dr China yg tdk related dengan tulisannya. Dia berkelit lagi katanya adiknya dokter dan teman-temannya perawat, semua punya bukti-bukti konspirasi dokter dan perawat dlm menggelembungkan jumlah pasien Covid19 

Dia merasa bukti video dari Amrik itu shahih bahkan dia menantang untuk sama2 membawa bukti di yaumil hisab. Subhanallah.

Mbak dan mas dokter-perawat, alhamdulillah ya, kalian bisa meminta pertanggungjawaban atas fitnah yg dibuat oleh orang ini dan gerombolan umat konspirasi di majlis perhitungan amalan di akherat besok. Saya tahu banget tulisan mereka ngedabrus, binti fitnah karena saya istri seorang dokter, saya apoteker, keluarga besar ada yg perawat, dokter dan personel RS lain, ngga seujung kukupun kami punya niat memalsukan data apalagi berbuat senista itu. Mau bukti dan data gampang aja, kunjungi RS terdekat. Jangan seperti gerombolan konspirasi yg seolah islami, teriak-teriak pengen sholat di masjid tapi disaat yang sama mereka menebar fitnah. Naudzubillahimindzalik.

Kasus ini sudah dibantu dilaporkan ke IDI karena tulisan-tulisan seperti ini berpotensi membodohi orang banyak dan melukai hati para tenaga medis dan semua pahlawan pahlawan Corona. Mereka yang sedang sangat butuh support malah diinjak-injak dengan fitnah demi fitnah. Prihatin sekali.

Sumber : Status Facebook Imami Nur Afiati

Thursday, May 21, 2020 - 23:45
Kategori Rubrik: