Ada yang Mencret?

Oleh: Sunardian Wirodono

 

Hari ini saya nemu 'meme' bagus dari temen fesbuker, seperti yang saya posting di sini. Ekspresinya pas. Sangat dalem maknanya.

Hasto mencret? Kenapa? Mungkin karena kepedesan, atau mungkin karena proses PAW dengan Harun Masiku harus dihentikan. Jika tidak, makin kelihatan bodohnya.

 

Memainkan teori 'victim playing', merasa didzalimi oleh framing media, ternyata tak berhasil. Demikian juga mencoba menyebut teori konspirasi, karena KPU adalah kolektif kolegial. Artinya nggak mungkin cuma WSE doang.

Hanya yang tutup mata dan telinga saja mau ngikuti settingan itu. Urutan kejadiannya jelas, PDIP melawan UU Pemilu yang notabene mereka juga yang membuat. Yakni mau mengubah sistem pemilu proporsional terbuka (sampai hari ini, dengan cem-macem dalih, PDIP paling getol maunya proporsional tertutup). Mereka uji materi ke MA, dan dengan aneh bin ajaib MA mengeluarkan fatwa itu. Tidak menggugurkan aturan, tapi nyisipin peluang interpretatif. KPK mestinya juga memperhatikan kasus di MA ini. Adakah pasal gratis?

Setelah putusan MA keluar, langsung PDIP menyambar; Minta KPU mengindahkan amar putusan MA. Yakni memberi wewenang pada partai untuk menunjuk siapa yang terbaik menjadi anggota legislatif PAW Nazaruddin Kiemas (adik kandung Taufik Kiemas, adik ipar Megawati Sukarnoputri, yang meninggal sebelum coblosan, tapi tetap mendapat juara suara di Dapil 1 Sumsel)?

Jalur pengajuan PAW mestinya parpol ke DPR. Nanti DPR minta rujukan ke KPU, bener nggak urutannya sesuai hukum. Tapi PDIP bermanuver dulu. Melihat peluang perolehan suara Nazaruddin Kiemas yang diupayakan sah menjadi perolehan suara partai. Ketika turun legitimasi hukum MA, mereka 'menghadiahkannya' ke Harun Masiku, caleg dari PDIP yang suaranya jeblok. Dan, eh, ada OTT itu, hajindul!

Menjawab dalam doorstop press, Hasto Kristianto mengatakan bahwa Harun Masiku, "Orangnya bersih, track-recordnya jelas. Bukan Riezky!" Kok bisa orang besih nyuap? Belum terbukti? Makanya lewat OTT itu kelak bisa dibuktikan. Kenapa juga mesti kabur, karena bersih? Lagian, kalau track recordnya jelas, kenapa perolehan suaranya nggak ngangkat?

Kalau tidak ada OTT, mungkin saja PAW itu mulus. Sekarang, PDIP nggak ada yang berani komentar soal PAW Riezky Aprilia. Daripada dinganu. Meski gedung partai tempat sekjen tak bisa diperiksa, masih ada jalan lain. Itu sekiranya proses di MA bisa terkuak. Siapa bandar judinya? Atau jika Harun Masiku masih bisa pulang ke Indonesia lengkap dengan nyawanya. Agar buka suara dengan bersih dan jelas.

 

(Sumber: Facebook Sunardian W)

Thursday, January 16, 2020 - 08:30
Kategori Rubrik: