Ada yang Masih Belum Jelas Tentang Fatwa MUI Soal Jum'atan?

ilustrasi

Oleh : Erizeli Bandaro

Fatwa MUI sudah jelas..., dalam menyikapi wabah virus corona.

Singkatnya..., umat Islam harus mengikuti dan mendengar himbauan pemerintah.

Pemerintah Arab dan negara lain seperti Malaysia..., juga melakukan larangan sholat berjamaah di Masjid.

Mengapa....?

Untuk menghindari orang terpapar Virus Corona..., akibat dari adanya keramaian.

Apakah karena itu..., orang islam harus kecewa dengan sikap Pemerintah dan MUI....?

Bukankah Allah Maha Penolong dan Penjaga...; mengapa takut dengan Virus Corona?

Adalah hak kita sebagai umat muslim untuk melaksanakan ritual agama..., tetapi adalah hak orang lain agar tidak terpapar virus juga harus dihormati.

Contoh dari kegiatan tablig akbar di Malaysia..., itu telah ikut menyebarkan virus kemana mana.

Masalahnya...: virus tidak mengenal agama untuk menulari orang lain.

Apa jadinya kalau ada yadmg menularkan virus itu kepada orang non muslim..., padahal mereka tidak ikut dalam tablig akbar.

Islam harus menebarkan kebaikan dan menjaga diri..., agar tidak merugikan orang lain.

Kalau hanya karena kegiatan agama..., lantas kita menularkan penyakit kepada orang lain..., lantas di mana nilai nilai agama....?

Adalah benar..., bahwa Allah maha penjaga.

Tetapi misalnya jika rumah kita tidak dikunci..., jangan salahkan Allah kalau maling masuk.

Memang Allah Maha Pemberi Rejeki..., tetapi kalau kita tidak bekerja..., mana mungkin rejeki datang.

Apa artinya....?

Dalam kehidupan selain kita percaya kepada Allah..., kita juga harus percaya pada Hukum Ketetapan Allah..., Sunatullah...., Hukum Sebab Akibat.

Kalau tidak...., kita tidak bisa dikatakan beriman secara kaffah.

Kita tidak takut kepada selain Allah..., apalagi virus yang kecil...; tetapi kita wajib menghindari bala kalau kita tahu pasti bala itu akan datang.

Kalau kita menghindar dari sarang harimau..., bukan berarti kita takut kepada harimau...; tetapi kita wajib menghindar karena petugas kebun binatang sudah memperingatkan agar menjauh dari sarang harimau.

Harimau tidak melihat apa agama kita..., untuk memangsa kita.

Virus corona itu sudah dinyatakan sebagai bencana nasional non alam oleh pemerintah..., artinya bala itu sudah diketahui oleh semua orang.

Maka..., hindarilah sesuai anjuran pemerintah dan MUI.

Seharusnya..., ormas islam berada di garis depan memimpin umatnya..., untuk...:

Membantu pemerintah mesosialisasikan..., agar orang menghindari keramaian.

Menggalang dana..., agar bisa memberikan masker gratis kepada orang banyak yang tidak mampu.

Mengadvokasi masyarakat..., agar mendapatkan akses layanan test kesehatan berkaitan dengan Virus Corona.

Ikut mencerahkan masyarakat..., agar tidak panik dan tetap tenang.

Jadi jangan malah membikin hoax bernada provokasi..., menciptakan instabilitas politik..., dan kebencian.

Ada baiknya kita belajar dari China..., bagaimana mereka bersatu dan bahu membahu melakukan apa saja yang bisa mereka lakukan untuk membantu pemerintah menghadapi perang melawan Virus Corona.

Nah..., kalau yakin Islam rahmatan lilalamin..., maka buktikan bahwa islam lebih baik dari China.

Bukan dengan retorika..., tetapi dengan perbuatan.

Saatnya sekarang melambungkan syiar islam terpancar ke seluruh dunia..., lewat program kemanusiaan melawan virus corona..., dengan sains tentunya.

Rahayu

Sumber : Status Facebook Erizeli Bandaro

Friday, March 20, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: