Ada yang Ingin Pemilu Rusuh

Oleh: Eko Kuntadhi

 

Kalau Pemilu berjalan normal, Jokowi bakal menang. Potensi kemenangan Prabowo hanya mungkin kalau Pemilu kacau.

Maka sejak awal kelompok Prabowo membangun narasi Pemilu pasti curang. Gak ada hujan, gak ada angin mereka menuding-nuding KPU. Bikin demo. Bahkan Amien Rais berteriak mau mengerahkan People Power. 

 

 

Parabowo lain lagi. Dia mengamcam Indonesia akan hancur kalau dirinya kalah Pemilu. 

Semua gerakan delegitimasi KPU dilakukan. Tujuannya agar muncul persepsi kecurangan Pemilu. Targetnya, apalagi kalau bukan memantik kerusuhan.

Target besar yang mau mereka capai adalah agar Pemilu gagal. Minimal diundur. Bukan apa-apa. Merujuk dari hasil survei berbagai lembaga kredibel hasilnya memenangkan Jokowi. Selisihnya juga jauh. 

Agar hasil itu tidak terwujud sempurna maka caranya dengan menggagalkan Pemilu. Bikin isu kecurangan. Lalu sulut kerusuhan. 

Pelajaran penting konflik politik di banyak negara biasanya dimulai dari Pemilu yang kacau. Saat ini Venezuela sedang bergejolak. Rakyat sengsara. Mulanya karena Pemilu. Dua kekuatan politik beradu. Korbannya rakyat.

Yaman. Mesir. Tunisia. Adalah negara yang pernah berantakan karena konflik pasca Pemilu. Entah berapa nyawa yang melayang.

Di sisi lain, inilah kondisi yang sedang dinanti HTI. Gerombolan yang bakal menari di atas kerusuhan rakyat. Jika rakyat rusuh mereka bisa eksis. Bisa menjalankan agenda tersembunyinya.

Saya melihat berbagai dorongan untuk mendeligitimasi KPU memiliki tujuan ini. Jadi ketika saya dengar di Malaysia ada surat suara yang tercoblos saya memahami dengan bingkai ini. Bahwa ini adalah skenario besar untuk menggagalkan Pemilu. Untuk mendelegitimasi KPU.

Entah bagaimana kisahnya ada surat suara yang tercoblos. Yang aneh Bawaslu keluarkan statemen prematur. Bahwa ini adalah kecurangan sistematis. Gimana mau mengambil kesimpulan begitu, wong menyelidikan saja belum dilakukan.

Apalagi kabarnya tidak jelas siapa yang melakukan ini. Siapa yang bertanggungjawab. 

Sejak awal kita disuguhkan isu tujuh kontainer surat tercoblos. Penyebarnya adalah Bagus Bawana Putra, pendukung Prabowo. Dia ditangkap polisi karena hoaxnya.

Baru kemarin admin akun twiter @ekoboy juga digelandang polisi gara-gara posting berita hoax server KPU dijebol. Semuanya untuk merusak kredebilitas Pemilu.

Belum lagi koar-koar mengundang pengamat asing untuk memantau Pemilu. Padahal gak usah diundang, saban ada pemilu di seluruh dunia berbagai organisasi i ternasional pasti banyak yang mau ikutan.

Kini soal isu surat suara tercoblos di Malaysia, saya rasa bukan tidak mungkin bagian dari skenario besar itu. 

Makanya KPU memberikan komentar mereka sangat hati-hati mengenai kasus ini. Mereka gak mau terjebak pada permainan isu untuk menghancurkan Indonesia.

Sikap kita tegas saja. Kita dorong KPU dan Kepolisian bertindak profesional. Pemilu harus diselamatkan dari tangan-tangan kotor pengganggunya. Demi masa depan bangsa.

"Mungkin saja mereka curang sendiri. Foto sendiri. Direkam sendiri. Diviralkan sendiri. Protes sendiri," celetuk Abu Kumkum.

 
(Sumber: Facebook Eko Kuntadhi)
Friday, April 12, 2019 - 16:30
Kategori Rubrik: