Ada "Uis Nipes" di Antara Kampret dan Kecebong

Oleh: Sunardian Wirodono

Selain kampret dan kecebong, ada hal lain. Bukan hanya soal Muhammad Zohri, pelari tercepat dunia dari NTB. Tapi juga masih sederet yang lainnya, seperti Kelompok Univoice Choral Society dari Manado, yang berhasil menjadi juara di kategori ‘Gospel dan Spiritual’, dalam ajang Kompetisi dan Turnamen Festival Paduan Suara Internasional yang ke-9 di Roma, Italia (13-14 Juli 2018).

Kompetisi itu diikuti kelompok paduan suara dari berbagai negara, antara lain Italia, Inggris, Afrika Selatan, Finlandia, Rusia, Malaysia, dan Jerman. Selain itu, konduktor Van Larry Besouw, memperoleh gelar ‘Gold Diploma’ untuk kategori paduan suara campuran dalam kompetisi bergengsi ini.
Di lain tempat, Kedutaan Besar Indonesia untuk Bucharest membagikan postingan di twitter resminya @KBRI_Bucharest. Prestasi akademik diraih para pelajar Indonesia di ajang Olimpiade Matematika Internasional ke-59 di Cluj-Napoca, Bucharest.

 

 

Melalui olimpide yang diselenggarakan pada 4–14 Juli 2018 itu, 6 pelajar Indonesia berhasil menyabet satu medali emas dan lima medali perak. Medali emas diraih Gian Cordana Sanjaya, medali perak diraih Valentino Dante Tjowasi, Farras Mohammad Hibban Faddila, Kinantan Arya Bagaspati, Alfian Edgar Tjandra, Otto Alexander Sutianto. Sebelumnya, medali emas pernah diraih Stephen Sanjaya pada tahun 2013.

Akun twitter resmi Kedutaan Besar Indonesia untuk Brazil, juga mentuitkan prestasi anak Indonesia lainnya, yang berhasil menorehkan prestasi di bidang olahraga Wushu. Di ajang Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-7 di Brazil (10 - 15 Juli 2018), atlet Wushu Indonesia berhasil memenangkan total dua medali emas, sepuluh medali perak, dan 7 medali perunggu.

Kabar mutakhir, KJRI Los Angeles membagikan postingan di Facebook resminya, prestasi yang diraih Karina Soerbakti. Karina memproduksi sebuah film yang mengangkat budaya tradisional Karo. Melalui Youtube, Aditya Rangga Pratama, selaku editor film, mengunggah film pendek yang berdurasi 4 menit itu.

Film tersebut menampilkan keelokan baju Uis, yakni baju adat tradisional khas Karo dan pemandangan alam di Sumatera Utara. Melalui film ini, Karina memperkenalkan budaya Karo yang jarang dilirik. Karyanya "Uis Nipes" memperoleh nominasi empat kategori untuk "Best Cinematography", "Best Jewelry", "Best Music" dan "Best Accessories" dalam La Jolla International Fashion Film Festival 2018, San Diego, California. Festival ini dibuka hari ini hingga 21 Juli 2018 mendatang.

Jadi? Bersama anak muda selalu ada harapan. Tak melulu masalah olahraga, apalagi soal kampret dan kecebong. Ada prestasi di bidang kreativitas dan inteligentia anak muda Indonesia di tingkat dunia. Juga tak harus masalah copras-capres mulu, sampai bikin orangtua sakit, dan mesti istirahat selamanya, eh, sementara ding.

 

(Sumber: Facebook Sunardian Wirodono)

Thursday, July 19, 2018 - 19:30
Kategori Rubrik: