Ada Om Brewok Di Raskin

ilustrasi
Oleh : B Uster Kadrisson
Jamie Raskin, tidak bisa melepaskan pikirannya dari kedua orang anggota keluarganya yang saat itu sedang berada di gedung Capitol, Washington DC. Seorang putri serta suami anak tertuanya sedang menonton jalannya sidang dari atas balcony ketika kerusuhan kemudian terjadi. Prosedur pengamanan yang dilakukan oleh pihak aparat kepolisian penjaga gedung membuat mereka terpisah, karena nyawa anggota dewan lebih berarti. Baru beberapa jam kemudian mereka bisa berkumpul kembali di sebuah ruangan, sementara itu keributan di luar yang menjalar masuk ke dalam gedung perlambang demokrasi Amerika semakin menjadi-jadi.
Mereka terpaksa bersembunyi dan membarikade pintu masuk dengan memegang apa saja yang bisa dijadikan senjata. Patung sebatas dada yang cukup berat berada di dalam pelukan yang siap dilemparkan jika ada yang mencoba menganiaya. Detik detik berlalu menanti dengan harap-harap cemas, yang berjam-jam kemudian baru akhirnya situasi aman terkendali seperti semula. Jamie Raskin tidak pernah menyangka akan mengalami kejadian seperti ini, yang merusak citra demokrasi di Amerika hanya gara-gara satu orang saja yang sangat keras kepala.
Satu hari sebelumnya, keluarga Raskin harus menguburkan tubuh putra kesayangan, Tommy yang lebih memilih untuk menyerah dengan kehidupan. Dia mengakhiri hidup tepat di malam tahun baru, karena sudah lama menderita depresi yang tidak tertahankan. Tetapi Jamie Raskin sudah ditunjuk sebagai bagian dari Congress yang mengawasi jalannya persidangan untuk menentukan kemenangan Joe Biden, jauh-jauh hari sebelumnya dan dia memilih untuk tetap melaksanakan. Jarang sekali dia membawa anggota keluarga ke gedung Capitol di mana tempat dia bekerja, dan hari pertama dua anggota keluarga ikut menemani adalah hari di mana terjadi kerusuhan yang bisa mengancam keselamatan.
Kini Jamie Raskin menjadi kepala komite dengan sembilan orang anggota yang akan membuat kalau persidangan kasus impeachment terhadap mantan presiden Trump berjalan dengan lancar tanpa aral. Dia akan memastikan kalau si Oyen akan mendapatkan persidangan yang adil dan mudah-mudahan dihukum serta mendapat ganjaran yang setimpal. Tampaknya agak susah bagi semua anggota dewan untuk menjadi independent dalam menilik kasus pemakzulan kali ini, karena mereka merasakan sendiri bagaimana nyawa menjadi terancam karena seseorang yang sudah kehilangan akal. Walaupun pihak Republican masih mencoba untuk mengelak dan mencari berbagai alasan, tetapi bagi semua anggota partai Democrats kasus ini sepertinya telah menjadi personal.
Kemarin, DPR Amerika telah mengajukan kasus impeachment Trump secara resmi ke majelis Senate untuk segera ditindak lanjuti. Hakim yang akan mengawasi persidangan telah dipilih dan demikian juga dengan sejumlah anggota Senate yang akan menjadi dewan juri. Senate telah memberikan waktu kepada team pengacara si Oyen untuk mempersiapkan argument dalam melawan kesaksian yang memberatkan dan segala macam barang bukti. Sementara itu pihak sang mantan sedikit tersendat-sendat dalam mengumpulkan team pengacara karena banyak yang menolak, apalagi setelah bulan kemarin Trump mengatakan tidak akan membayar fee pengacara pribadinya yaitu Rudy Giuliani.
Masih belum jelas apakah proses impeachment ini akan berhasil, karena kedudukan di Senate yang fifty-fifty membuat sedikit susah untuk mengumpulkan 17 suara tambahan. Sedangkan sebagian besar pihak Republican masih terus berdebat dan membantah kalau proses ini sudah tidak lagi relevant karena Trump sudah menjadi mantan. Yang diinginkan oleh pihak Democrats adalah untuk memberi pelajaran kepada pihak yang nanti berkuasa, supaya peristiwa seperti ini tidak akan terulang lagi di masa depan. Selain itu untuk memblok keikut sertaannya dalam pesta demokrasi 4 tahun mendatang, di mana dia bersikeras untuk kembali tampil dengan partai baru, yaitu Partai Patriot yang akan menjadi sebagai besutan.
Berbicara tentang anggota Senate Amerika, walaupun merupakan lulusan universitas ternama jangan kalian sangka kalau mereka semua pada pinter-pinter. Terutama dari partai Republican, laksana kelompok kadrun di Indonesia, yang tergabung kesana banyak yang menjadi tidak tahu malu dan asal ngoceh serta sedikit keblinger. Ada yang namanya Ted Cruz, senator asal Texas yang sepintas mirip Oom Bewok dari Nasdem, yang sangat vocal mendukung si Oyen Trump dan selalu merupakan pemantik dalam keributan di MPR. Saat Opa Joe meneken persetujuan untuk kembali ke Paris Climate Agreement, dia serta merta mencak-mencak dan sama juga dengan Trump, sepertinya dia tidak paham dengan situasi yang ada dengan berkata 'ngapain juga orang di Paris diurusin, noh.. banyak rakyat di Pittsburgh yang masih kelenger'.
Tabik.
Sumber : Status Facebook B. Uster Kadrisson
Thursday, January 28, 2021 - 10:00
Kategori Rubrik: