Ada Haditsnya Koq

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Kalimat itu paling sering saya dengar, biasanya dari mereka yang ngotot pada suatu pendapat.

Terus kalau ada haditsnya, berarti pendapat ente benar, gitu?

Gimana kalau saya jawab, justru pendapat saya malah pakai Al-Quran, bukan cuma sekedar hadits.

Hayo apa mau diadu, menang mana coba antara hadits dengan Al-Quran? Al-Quran itu pasti mutawatir, sedangkan hadits ada yang shahih, hasan dan dhaif, malah yang palsu juga ada.

Katakanlah hadits ente itu shohih, Bukhari Muslim sudah ittifaq, ayo apa bisa mengalahkan Al-Quran? Coba aja kalau berani.

Begitulah kira-kira dialog dengan orang yang awam. Tahunya cuma satu dalil dan sudah. Kalau dia ngotot pakai satu dalil, lawan saja dengan dalil yang strata levelnya lebih tinggi.

Hayo mau apa luh?

Padahal, kalau dia sedikit pinter, bisa saja dia jawab gini. Walaupun itu ayat Al-Quran, tapi kan itu dalil 'aam, sedangkan hadits yang saya bawakan ini lebih khash.

Nanti akan saya jawab, tapi hadits ente meski shahih dan khash, tapi mansukh itu. Dinasakh oleh Al-Quran. Hayo mau jawab apa?

Kalau dia pinteran dikit, dia jawab lagi. Tapi ada hadits lain yang kemudian menasakh ulang ayat yang antum pakai.

Nah saya jawab lagi. Perkara yang sedang kita bicarakan hukumnya ini beda 'illatnya, karena beda konteks dan masalah.

Dan gak selesai-selesai kajiannya.

Tapi di level awam, dialognya cepat berakhir dengan lafadz : pokonya begini, titik.

Dan selesai betulan. Sebab jurusnya 'pokoknya' sudah dikeluarkan. Hehe

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Monday, June 1, 2020 - 11:15
Kategori Rubrik: