Ada Apa dengan Telkomsel?

ilustrasi

Oleh : Musrifah Ringgo

Bocornya data Denny Siregar seperti NIK, KK, Imei, dan data lain sungguh mengejutkan. Bocornya data ini terungkat setelah sebuah cuitan akun Opposite 6891 di twitter mencuat. Denny terkejut dan berencana menggugat Telkomsel. Pihak Telkomsel sendiri hingga saat ini hanya menjawab rencana Denny dengan jawaban normative, sudah menjaga keamanan data pelanggan dan akan bekerjasama dengan pihak terkait bila ada peretasan data.

Bukankah harusnya Telkomsel pro aktif melakukan investigasi secara internal sehingga konsumen dalam hal ini Denny Siregar bisa mendapat informasi jelas.

Apakah kebocoran data itu karena sistem bisa dibobol dari luar atau ada pihak dalam yang membocorkan data keluar. Sampai disini pihak provider tidak menjelaskan langkah-langkah standar yang dilakukan secara internal. Bahwa setelah melakukan investigasi tidak ditemukan adanya pembobolan atau orang dalam yang memberikan data keluar, itu soal lain.

Data diri konsumen apalagi menyangkut data dasar harus dilindungi oleh siapapun. Faktanya soal kebocoran nomor ketika pemerintah sudah melakukan pengetatan pembelian nomor, spam message masih saja masuk dalam ponsel kita. Sebenarnya sejauh mana pihak provider melakukan penyaringan ini? Toh jika sebuah pihak dalam waktu bersamaan mengirim pesan ke lebih dari 50 pesan apakah tidak bisa diklaim sebagai sebuah spam? Dan itu dapat diduga sebagai sebuah awal mula tindak kejahatan?

Berbeda dengan pengiriman bahkan ke ribuah atau puluhan ribu nomor dari institusi resmi seperti Mendagri, Satgas Covid, BNPB dan lain sebagainya. Hingga saat ini, masyarakat masih saja menerima kiriman SMS dengan cara pishing maupun penipuan bentuk lainnya.

Sebagai sebuah layanan komunikasi bahkan bisa disebut dengan layanan terbesar, sudah selayaknya Telkomsel lebih dapat memberikan jaminan. Bukan hanya akses, layanan baik namun juga kerahasiaan konsumen terjaga. Secara internal, Telkomsel harus memastikan bahwa karyawannya setia pada NKRI. Pasalnya bocornya data Denny terjadi sesaat setelah Denny memposting sebuah tulisan “Adek2ku tersayang Calon Teroris”.

Harusnya pihak provider lebih sensitive dan jeli, pembocor gerah dengan postingan itu sehingga berupaya menyebarkan data diri Denny. Pihak-pihak didalam Telkomsel terutama yang terkait dengan data pribadi konsumen harus diinvestigasi dan dipastikan bukan yang melakukan pembocoran keluar dan hal ini sebenarnya mudah dilakukan. Jika tetap didiamkan, jangan salahkan publik yang berkesimpulan bahwa ada kelompok di internal Telkomsel yang tidak terima dengan cuitan Denny tersebut.

Monday, July 6, 2020 - 18:00
Kategori Rubrik: