Ada Apa dengan KPK vs HMI ?

Oleh : Dr Nugroho, SBM, MSi

Pernyataan mengejutkan dilontarkan oleh Wakil Ketua KPK Saut Sitomorang. Saut mengatakan ternyata banyak alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang setelah jadi pejabat lalu terlibat kasus korupsi, seperti: Anas Urbaaningrum, Waode, Zulkarnaen, sampai Andi Mallarangeng.

Mungkin maksud Saut, tak ada jaminan seseorang yang kala muda dan mahasiswa dididik oleh organisasi berlatarbelakang keagamaan dan militan semacam HMI setelah menikmati jabatan publik bersih dari perilaku koruptif.

Kontan saja pernyataan Saut itu membuat marah sejumlah kalangan, terutama para alumni HMI dan HMI sendiri. HMi bahkan berencana melporkan Saut atas dugaan pencemaran nama baik.

Namun pernyataan Saut itu bisa dianalisis lebih dalam, yaitu mengapa seseorang yang kala muda (mahasiswa) sangat idealis, religius, dan kritis ikut-ikutan korupsi setelah jadi pejabat? Jawabannya adalah: pertama, ia tak tahan menghadapi lingkungan yang kesemuanya adalah korup. Jika ia tidak korup maka ia akan diasingkan dan dianggap sok suci. Kedua, seseorang yang mempunyai kekuasaan cenderung akan tergoda menggunakan kekuasaan itu untuk memperkaya dirinya sendiri. Ingat ada pepatah "Power Tend To Corrupt". Ketiga, tuntutan gaya hidup dari teman sejawat. Seringkali dalam pertemuan arisan para isteri pejabat di situ mereka saling mebicarakan harta benda yang dimiliki. Hal itu lalu disampaikan pada suami masing-masing sehingga mendorong suami melakukan tindak pidana korupsi. Ingat Adam mau memakan buah terlarang karena bujukan Eva atau Hawa.** (ak)

Sumber : kompasiana.com

 

Monday, May 9, 2016 - 08:15
Kategori Rubrik: