Ada Apa dengan Kalian?

Oleh: Cut Chairyna

 
 

Aku heran pada sebagian kecil masyarakat yg marah melihat polisi memeriksa barang2 bawaan. Kenapa harus marah? Kenapa harus menganggap “orang islam di persekusi” lalu dgn mudahnya membagikan di medsos bahwa kalian di dzalimi ?

Tidakkah kalian lihat kejadian belakangan ini, para polisi itu juga yg menjadi korban pertama, kalau ternyata barang bawaan yg diperiksanya ternyata berisi bom/alat peledak ? Mereka hanya menjalankan tugasnya. Tugas kita hanya mematuhi apa yg di instruksikan mereka. Kalau tidak ada barang berbahaya yg kita bawa, polisi pun tidak akan melakukan apa2 terhadap kita.

 

 
 

Tidakkah kalian menyadari bahwa para polisi ini juga punya keluarga yg menunggunya di rumah, berharap mereka kembali dari tugas dgn selamat ? Tidakkah kalian menyadari bahwa mayoritas dari para polisi ini juga beragama Islam, sama seperti kalian ? Tidakkah kalian sadar bahwa mereka juga manusia biasa yg punya rasa lelah, takut, dan rasa lain yg berkecamuk di benaknya dalam menghadapi situasi seperti sekarang, sama seperti kita ? Padahal mereka ditugaskan di lini terdepan, untuk menjaga kita semua, sementara keselamatan mereka sendiri juga terancam siang & malam ?

Berhentilah menyalahkan orang lain. Coba lihat dan nilai ke dalam diri kita masing2. Sudahkah kita jadi muslim yang baik, yg menebarkan rasa aman, saling menghargai, tidak mau benar/menang sendiri, sudah berbaurkah dengan masyarakat, atau hanya bisa menunjuk kesalahan orang lain tanpa mau koreksi diri sendiri ? Jadilah muslim yang ramah, bukan muslim yg sedikit2 marah.

Mulailah berpikir sebelum membagikan sesuatu di media sosial. Berlaku adil sejak dalam pikiran. Jangan hanya minta dihormati tanpa mau menghormati orang lain. Tunjukkanlah bahwa Islam adalah agama yg membawa damai, rahmatan lil ‘alamin. Tunjukkan dari sikap & perilaku sehari2.

Aku bersyukur dilahirkan dari orangtua yg mengajarkan indahnya keberagaman, tanpa menghilangkan atau mengurangi nilai keislaman kami. Karena manusia tidak bisa memilih, dari orangtua mana dia dilahirkan, dari suku/ras apa dia dibesarkan, di benua mana dia dilahirkan. Untuk itulah manusia diberi AKAL.

Dari aku, warga negara biasa yg ingin hidup damai berdampingan dengan semua mahluk ciptaanNya.

 

(Sumber: Facebook Cut Chayrina)A

Wednesday, May 16, 2018 - 08:30
Kategori Rubrik: