Ada Apa dengan IDI?

Oleh: Sigit Nurfianto

 

Ada upaya menggiring Opini ke arah tidak tercukupinya APD, padahal banyak dari sejawat (tanpa mengurangi rasa hormat) tertular di tempat praktek pribadi, pulang dari jalan2 atau ziarah di luar negeri, ada juga yang ikut acara keagamaan. 

Kalau kita bandingkan dengan Ikatan Dokter di Luar Negeri walaupun dokter meninggal dengan Covid-19 kalau tidak ikut dalam frontliner/ TIM PIE Covid 19 tetap dimasukkan sebagai korban masyarakat biasa.

 

Mari kita hantarkan sejawat kita dengan penghargaan setinggi- tingginya, jangan jadikan mereka sebagai komoditas politik. Biarkanlah mereka dan keluarga beristirahat dengan tenang. Menampilkan foto dan gambar mereka dengan narasi2 yang tidak sehat, apakah mengenakkan bagi keluarga. 

IDI sudahi saja manuver2 seperti ini. Biarkanlah sejawat beristirahat dengan tenang. Dan kuatkanlah sejawat yang bertugas di Garda terdepan, jangan melemahkan sejawat yang memang betul2 bertugas di garda terrdepan dengan narasi2 seperti ini.

Rubah perspektif kita, mari bergotong royong menghadapi pandemi ini.

 

(Sumber: Facebook Sigit Nurfianto)

Monday, April 6, 2020 - 12:30
Kategori Rubrik: