Abu Janda Aka Permadi Arya

ilustrasi
Oleh : Susanto Eko
Klo kita mau jujur dalam melihat kasus Abu janda. Dia ada baik dan buruknya kita harus netral dalam masalah ini. Jujur saja konten-konten Abu janda diawal-awal adalah yg pertama kali menyadarkan saya tentang gerakan politik berbau agama yg jelas2 itu merendahkan islam (dalam pandangan saya). Selain itu kontennya menghibur membuat beberapaorang tertawa karena parodi2nya.
Disamping itu Abu janda juga menunjukkan sikap toleransi yg sangat tinggi kepada kaum minoritas. Masalah hak2 minoritas seperti membangun rumah ibadah, dll dia perjuangkan dengan sangat2 kuat. Itulah juga salah satu kebaikan yg dia punya. Hal lain saat dia sebagai seorang muslim sholat di masjidil aqsa dan menunjukkan bahwa tidak benar jika Yahudi itu seluruhnya bermusuhan dengan islam seluruhnya. Hal ini memang penting orang2 tahu karena memang sejak dulu Nabi SAW dan yahudi (yg tdk harbi) berhubungan baik. Ketika ada yahudi mati lewat beliau SAW berdiri menghormati bahkan Nabi bermuamalahnya dengan yahudi hingga baju perangnya digadai kepada yahudi diakhir hayatnya.
Hal-Hal yg tidak saya setujui dari dia juga jelas ada dan pasti ada. Antara lain:
1. Mengatakan bahwa semua ajaran agama itu sama dan semuanya mengantarkan ke surga. Dalam pandangan syariat islam jelas berbeda akidah yang diyakini satu agama dengan agama lainnya. Mungkin ada pandangan sufi yg mengatakan demikian tapi hal ini klo diyakini akan merusak tatanan yg sdh ada dan juga harus dilihat kalimatnya dipahami secara mendalam salah2 bukan maslahat yg didapat tapi justru mudhorotnya lebih besar.
2. Menyerang sosok seseorang yg menurut saya pada beberapa konten cukup berlebihan. Yang harus diakui bersama itu tidak mencerminkan akhlak yang baik yg diajarkan oleh para alim ulama kita apalagi Nabi yg mulia SAW. Apalagi HTI dan FPI sdh dibubarkan saya rasa narasi2 seperti nyinyir berlebihan hendaknya ditiadakan atau setidaknya dikurangi
Masalah tweet yg mengatakan islam arogan sdh diklarifikasi jika itu bukan islam nusantara dan itu utk membalas tweet tengkuzul yg sedang membahas arogansi kelompok minoritas. Selain itu orangnya juga sdh minta maaf. jadi mari kita memaafkan.
Terakhir Abu janda bersuara tidak selalu mengatasnamakan NU dan memakai baju banser. menurut saya dia mewakili semua rakyat Indonesia yg tidak setuju dengan kaum radikal dan intoleran di negeri ini
Wallahu a'lam
Sumber : Status Facebook Susanto Eko
Sunday, January 31, 2021 - 10:30
Kategori Rubrik: