Abu Bakar Ba'asyir Dan Potensi Konflik Teroris Di Penjara

ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Masih ingat dengan kejadian rusuh di Rutan Mako Brimob oleh para Napi Teroris pada 8 Mei 2018 lalu? Kerusuhan yang menewaskan lima anggota Polisi yang disiksa dan dibunuh oleh para Napi Teroris. Sebuah kejadian yang dipicu oleh tuntutan dan keinginan para pelaku untuk bertemu dengan "Panglima" mereka. Yaitu Oman Abdurrahman yang sedang menjalani persidangan yang pada akhirnya divonis mati.

Rencana dan skenario mereka ternyata bocor dan terendus oleh Intelijen. Para napi itu bersedia menjadi Mujahid (baca: Martir) jika aparat menyerbu ke dalam Rutan. Tentu sebuah pekerjaan "mudah" jika aparat menghabisi mereka yang terisolir dan tak bersenjata. Namun atas masukan Intelijen, aparat tidak terpancing meskipun diprovokosi dengan penyiksaan dan pembantaian korban anggota Polisi. Mereka dibiarkan kelaparan dan akhirnya menyerah selang dua hari kemudian.

Sebuah skenario yang mirip dengan modus Arab Spring termasuk di Suriah. Dimana jenazah para "Mujahid" diarak untuk membangkitkan semangat "Jihad". Kemudian dilanjut dengan Shalat Jenazah massal di lapangan terbuka. Ditutup dengan pekik Takbir dan seruan perlawanan terhadap penguasa yang dzalim. Dan akhirnya berujung rusuh atau perang saudara.

Dari sini kita melihat bagaimana seorang Oman Abdurrahman bisa menjadi sebuah simbol perlawanan. Padahal dia "hanya" seorang Panglima dimana para tentaranya lebih banyak bersembunyi dengan melakukan taktik Perang Gerilya. Pun sebagian yang tertangkap juga rela menjadi martir karena sudah terikat dalam sebuah Baiat.

Lantas bagaimana jika seorang Imam atau Guru mereka yang tiba-tiba meninggal di dalam penjara? Padahal meninggalnya secara alamiah dan wajar karena direnggut penyakit dan lanjut usia? Tapi kemudian digoreng menjadi isu Kezaliman terhadap tokoh yang mereka muliakan! Berapa banyak yang akan bersedia menjadi martir? Dipersembunyian, dipenjara dan bahkan mungkin di beberapa Pesantren. Namun Tuhan masih menyayangi dan menyelamatkan negeri ini. Salah satunya dengan Jalan Kemanusiaan.

Wallahu a'lam bi shawab...

*FAZ*
#SaveNKRI

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Sunday, January 20, 2019 - 14:15
Kategori Rubrik: