Absurditas Uno dan Kapitalisasi Kebodohan

Ilustrasi

Oleh : Guntur Wahyu N

Uno jelas bukan orang yang bodoh. Ia terhitung sebagai pengusaha yang tajir. kepintaran dan kecerdikan dalam melakukan lobi yang dikombinasikan dengan ketajirannya mampu mengantarkannya sebagai calon wakil presiden. Jujur harus diakui, keberhasilannya meraih posisi cawapres merupakan pencapaian yang besar. Uno sekarang ialah pengusaha sekaligus politisi yang diperhitungkan terlepas dari cara-cara yang ditempunya untuk mencapai posisinya yang sekarang.

Ketika menjadi wagabener, satu hal yang selalu konsisten dilakukannya ialah berucap, bersikap dan bertindak kontroversial. Masih ingat ketika sedang dalam sesi pengambilan gambar, Uno berpose konyol ala burung bangau ? Kemudian dengan enteng Uno melontarkan tentang program Kartu Jakarta Jomblo, menuduh pejalan kaki penyebab kemacetan tanah abang, solusi mengatasi kemacetan ialah bantuan dari orang berduit, OK OC yang gagal total. Uno juga merespon dengan enteng ketika pernyataannya tidak sinkron dengan pernyataan Gabener.

Ketika resmi menjadi cawapres pun, bekas wagabener ini tetap melontarkan ucapan yang kontroversial mulai dari harga nasi ayam di jakarta lebih mahal dibandingan dengan yang di singapura, tempe setipis ATM dan bawa uang 100rb di pasar cuma dapat bawang dan cabe. Sesudah diangkat sebagai santri kilat, ulama, Uno bikin kontroversi lagi dengan beredarnya video melangkahi makam pendiri NU saat tabur bunga di pusara tokoh besar tersebut. Ketika doi mendapat kritik dari berbagai pihak, dengan entengnya meminta maaf. Baru kali ini rakyat Indonesia menghadapi figur pengusaha-politisi macam ini, figur yang menganggap realitas sosial politik sebagai arena bermain dan main-main belaka baginya.

Maka dengan enteng jabatan wagabener dia lepas. Untuk alasan mudah saja dibuat. Apalagi rakyat Indonesia mudah lupa. Ditambah dengan gaya dan tampang konyolnya, tidak akan ada yang menagih doi tidak menepati janji sebagai wagabener. Lalu bagaimana dengan posisinya sebagai cawapres ? Kurang lebih sama, hanya dianggap sebagai main-main dan pemuas egonya. Orang ini belum selesai pada dirinya sendiri. Doi bisa melakukan hal-hal yang absurd, konyol dan bodoh hanya supaya menjadi kontroversial dan viral. Mau jadi apa bangsa Indonesia apabila figur absurd seperti ini menjadi orang nomor 2 di Indonesia ? Doi tidak bermasalah sama-sekali apabila harus melanggar etiket dan etika asalkan informasi dan berita mengenai dirinya menjadi viral. Banyaknya cacian maupun pujian berefek sama, yaitu kepuasan diri.

Tentu kita tidak menutup diri bahwa Uno membawa gerbong kepentingan sosial-ekonomi-politik. Namun konsistensi doi menunjukkan kontroversi demi kontroversi, kekonyolan demi kekonyolan, kebodohan demi kebodohan dan keabsurdan demi keabsurdan membuat saya menanyakan kembali secara sungguh-sungguh, apakah benar orang ini lolos tes kesehatan mental.

Sumber : Status Facebook Guntur Wahyu N

Friday, November 16, 2018 - 18:00
Kategori Rubrik: