Abdul Somad Tak Sadar Masuk Pusaran Intrik

Ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Banyak kalangan yang mempertanyakan kenapa ada pencekalan dan penolakan sebagian masyarakat kepada Ust Abdu Somad termasuk mereka simpatisan NU.

Ceramahnya yang padat isi, kaya humor dalam beragam tema membuat banyak orang tergerak membagikan cuplikan ceramahnya. Jadi saat scrool wall fb mudah saja kita tersandung video ustadz Ust Abdusomad.

Ia kaya bacaan, ditambah -sepertinya- ia punya ghirah untuk membawa kembali umat manusia kejalan yang lurus, karena banyak umat tersesat mengikuti teladan yang salah, mengikuti Gus Mus, mengikuti Prof Said Aqil, mengikuti Habib Luthfi, mengikuti Tuan Guru Sanusi Baco, dan ribuan ulama NU lainnya, karena menurutnya tokoh NU yang layak diikuti ajarannya hanya 3, Buya Yahya, Luthfi Bashori dan Idrus Romli.

Demi menyelematkan umat dari jurang kesesatan wajar jika ia menggebu-gebu dalam berceramah, yang kadang membuatnya seperti kehilangan kendali.

Jadi kita selayaknya banyak memaklumi, manusia tempatnya luput. Wajar jika ia mudah mengharamkan hal-hal yang menurut ulama lain sah sah saja tapi menurutnya haram, seperti hari ibu, atau seruannya kepada umat "khilafah adalah solusi semua masalah", dan hal-hal lain yang menyulut keriuhan.

Tapi seperti itulah caranya terkenal, seperti pribahasa Arab خالف تعرف, berbeda maka Anda akan dikenal.

Kalau membaca tokoh-tokoh ulama pemikir Mesir seperti Syekh Al-Maraghi, Syekh Muhammad Ghazali, Jamal Bana, Sayid Sabiq dll, segera kita akan tahu Abdu Somad dan banyak dai setipe akhir-akhir ini bisa kita sebut Salafi.

Kepada orang berfaham salafi, semua baju, baik NU, Persis, FPUI, PPI, dll bisa disandangkan, tapi tidak ada yang benar-benar pas; kepanjangan, kegedan, kekecilan bisa juga kedodoran. Itulah ciri khas Salafi.

Bagi yang tidak paham detail-detail perdebatan dalam pelbagai disiplin ilmu Islam khususnya madzhab kalam, fikih dan tasawuf, sukar sekali mengurung orang seperti ini dalam kelompok dan madzhab mana.

Dan yang paling diuntungkan adalah kelompok yang frekuensi yang mendekati salafi, yaitu Wahabi, FPI, HTI, Persis, Muhammadiyah dll.

Melalui orang berfaham salafi seperti beliau banyak orang berubah manhaj dan madzhabnya tanpa mereka sadari.

Oh ya saya juga satu frekuensi dengan sang ustadz, yaitu dalam selera humornya. Sudah lama lawakan tv tidak bisa membuat saya tertawa, seharusnya pelawak di televisi belajar cara melawak yang baik kepada selera dan cara humornya ust Abdu Somad.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Friday, December 29, 2017 - 01:15
Kategori Rubrik: