9 Keanehan Kasus Mirna

Oleh: Ninoy N Karundeng

Ada 9 kenanehan kasus Mirna. Pun LGBT membayangi kasus Mirna. Kabut kematian Wayan Mirna Salihin bukannya menerang malah menggelap. Keterangan yang diungkap ke publik oleh ayah Mirna, Dermawan sungguh aneh. Awalnya kasus tewasnya Mirna tak ingin diungkap oleh ayahnya. Ayah Mirna menolak otopsi atas jasad Mirna. Setelah polisi maju, baru otopsi dilakukan. Setelah itu, pemberitaan gencar tentang Jessica – dengan melupakan peran Hani dan Vera yang disebut belakangan – Dermawan Salihin mulai angkat bicara.

Mari kita tengok hal-hal aneh terkait kematian Mirna dari mulai Dermawan, Arief dan kembaran Mirna, Made Sandy Salihin, TKP, dan sebagainya dan menanti turun gunungnya Hotman Paris membela Jessica dengan hati jauh dari gembira ria riang ria senang bahagia menari menyanyi pesta-pora selamanya senantiasa. Sesuai omongan Dermawan Salihin, kini kasus mengarah kepada keterlibatan Jessica sebagai pembunuh Mirna. Plus ada indikasi hubungan Mirna dan Jessica secara orientasi seksula.

Lalu bagaimana dengan Arief? Benarkah? Pengacara sekelas Hotman Paris Hutapea tentu akan mengejar motif pembunuhan dan alat bukti dan melebarkan penyelidikan dan penyidikan, sebagaimana kasus Engeline di Bali. Bocoran Dermawan terkait Jessica minta cium lewat komunikasi WhatsApp antara Mirna dan Jessica sungguh menarik. Implikasinya adalah Dermawan mencoba meyakinkan publik bahwa ada motif pembunuhan karena Jessica dan Mirna memiliki hubungan kedekatan. Motif yang dibangun dengan pengungkapan orientasi seksual yang dituduhkan sebagai implikasianya bahwa Jessica lesbian sedangkan Mirna bisa dianggap biseksual karena terbukti menikah.

Selanjutnya, Jessica dianggap cemburu pernikahan Mirna dengan Arief. Cemburu? Lalu Jessica membunuh Mirna. Bangunan motif sederhana dan culun. Pertanyaannya? Kenapa ayah Mirna awalnya menolak otopsi dan tampak sengaja menerima kematian Mirna? Kenapa setelah polisi mendesak baru mengizinkan? Pertanyaannya? Kenapa ayah Mirna awalnya diam, namun setelah polisi gencar memberitakan dan pers melakukan trial by press terhadap Jessica, lantas mulai menuduh Jessica sebagai pembunuh, sebelum polisi menetapkan sebagai tersangka? Pertanyaannya? Kenapa kalau Mirna takut ketemu Jessica di Olivier, Arief sang suami tidak menemani Mirna? Privasi. Mungkin.

Apa yang ditakutkan oleh Mirna dan Arief terhadap Jessica? Sementara Hani saja berani menemani Mirna. Plus ternyata Hani memiliki nomor telepon Arief, dengan bukti Hani langsung menelepon Arief begitu Mirna sekarat. Pertanyaannya? Kenapa barang bukti kopi, gelas kopi, diacak-acak dipindah-pindah oleh baik petugas café, Hani, dll. dan café Oliever sebagai TKP tidak dilindungi setelah kejadian kematian? Pertanyaannya? Dari mana asal sianida jumlah besar itu berasal jika Jessica benar membeli atau menerima? Pertanyaannya? Siapa penabur sianida CN itu, meskipun tampak Jessica mengambil barang tertentu dari tas dan memindahkan gelas dua kali. Apakah memindahkan gelas kopi Mirna dan mengambil sesuatu yang tak jelas bermakna menabur sianida?

Dalam CCTV sama sekali tak tampak orang menaburkan sianida atau sesuatu dalam kopi Mirna. Pertanyaannya? Melihat gestur Arief dan Made Sandy di televisi, kapan mereka akan menikah? Senang melihat kebahagiaan suatu saat nanti Arief dan Made Sandy menikah. Kan kebetulan Mirna sudah tidak ada. Dari rangkaian pertanyaan dan fakta di atas, ditambah dengan (1) semangat Dermawan menuduh Jessica sebagai pembunuh, dan loyonya (2) sebelumnya ayah Mirna Dermawan tak mendukung pengungkapan kematian Mirna dan (3) menyebut Mirna yang telah tewas ‘bodoh’, lalu (4) mengungkap tentang Jessica meminta Mirna mencium Jessica oleh Dermawan, (5) barang bukti dan tempat kejadian telah dibersihkan di Olivier, (6) kepasifan dan gesture Arief dan Made Sandy sejak kematian dan penguburan serta sehabis diperiksa polisi, (7) Jessica yang tampak stress setelah dituduh tersangka, dan (8) semakin menggebunya Dermawan berteriak-teriak tentang Jessica, dan (9) ketiba-tibaan Arief dan Made Sandy kompak seperti ayah Mirna menyatakan apapun yang disampaikan Jessica bohong, tampak adanya 9 keanehan yang luar biasa ini.

Dalam kasus dan gambaran belitan kasus seperti ini, hanya pengacara cerdas dan berpengaruh sekelas Hotman Paris Hutapea yang mampu membela Jessica sekaligus menjadi penyeimbang gencarnya serangan Dermawan Salihin yang mengarahkan dan mengadili Jessica. Ingat kasus Engeline di Bali terang-benderang akibat masuknya Hotman Paris Hutapea dalam kasus itu. Salam bahagia ala saya.

(Sumber: Kompasiana)
 

Friday, February 5, 2016 - 22:45
Kategori Rubrik: