70 Persen Pendukung Ahok-Djarot Sudah Mantap Berdasar Survei Populi

REDAKSIINDONESIA-Hasil survei Populi Center menunjukkan 70,7 persen pemilih pasangan petahana Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat sudah mantap dengan pilihan mereka. Angka ini jelas lebih tinggi dibanding pasangan calon lainnya.

Peneliti Populi Center Nona Evita mengatakan, setelah memilih satu dari tiga nama pasangan calon kandidat di Pilkada DKI Jakarta, masyarakat kemudian ditanyakan mengenai kemantapan pilihan mereka. Hasil survei menunjukkan 52,3 persen sudah mantap dengan pilihannya, 34,7 persen masih mungkin berubah, dan 13 persen cenderung tidak tahu dan memilih tidak menjawab.

Nona mengatakan, tingkat kemantapan pemilih pasangan calon Anies-Sandi berada pada angka 51,8 persen dan 43,3 persen masih mungkin berubah. Sedangkan untuk pasangan Agus-Sylvi, yang sudah mantap ada 49,5 persen dan 47,4 persen masih mungkin berubah pilihannya dengan sisa persentasenya menjawab tidak tahu atau tidak jawab.

"Di antara tiga tokoh masyarakat Jakarta mengaku Ahok adalah yang dianggap pantas dipilih dengan persentase 43,7 persen, sedangkan Anies 24,5 persen dan Agus 16,3 persen," kata Nona.

Nona menambahkan, dalam survei ini, Populi Center juga  mendapatkan beberapa temuan menarik. Sebanyak 84 persen masyarakat DKI sudah mengetahui Pilgub DKI 2017, sementara 15 persen belum mengetahui. Nona bilang, sosialisasi Pilgub DKI sudah dilakukan dengan baik. Kemudian, 91.7 persen masyarakat akan berpartisipasi untuk memilih dalam Pilgub DKl mendatang. "lni artinya antusias partisipasi dan pengetahuan tentang Pilgub DKl berbanding lurus," kata Nona.

Survei ini dilakukan melalui tatap muka dengan 600 responden di 120 Rukun Tetangga di 60 Kelurahan di enam wilayah DKI Jakarta pada 25 September-1 Oktober 2016. Survei dilakukan dengan metode acak bertingkat dengan margin of error kurang lebih 4 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Nona mengatakan, survei ini juga dilakukan secara mandiri. Survei bertujuan melihat tren dukungan publik di Jakarta dan melihat potensi tiga pasangan calon Gubernur gang sudah mendaftar ke KPU. Pemilih pun sudah mengerucutkan pilihan.

Menurut Nona, kajian dilakukan melihat ke mana sebenarnya arah suara pemilih pasca pendaftaran. Survei sebelumnya juga sudah dilakukan pada bulan Desember 2015, Februari 2016, April 2016, Agustus 2016, dan September 2016.

"Survei kali ini kita akan melihat apakah benar telah terjadi gempa bumi elektoral dengan berpindahnya dukungan secara meluas ke calon-calon baru," ucapnya.(metronews) **

Friday, October 7, 2016 - 12:15
Kategori Rubrik: