6 Mati Sia-Sia Saat Berupaya Sembunyikan Rizieq?

ilustrasi
Oleh : Harjo Nanggu
 
Kematian 6 teroris pengawal rizieq pada senin dini hari di jalan tol mengindikasikan mereka sedang mengevakuasi si Imam Besar FPI. Ada banyak argumentasi yang bisa diajukan karena hal ini. Ada banyak data dan fakta yang bisa diajukan. 
 
Pertama, dari bukti rekaman voice note yang banyak beredar. Salah satunya menyebutkan paus dan qirdun (monyet). Diduga paus merupakan kode untuk Rizieq Shihab dan Qirdun untuk polisi yang membuntuti rombongan itu. 
 
Kedua, seperti nya ada lebih dari 8 mobil yang mengiringi mobil utama. Peruntukannya 2 pengawalan melekat dan sisanya untuk menghambat maupun mengalihkan arah. FPI tahu kepolisian menyebar banyak mobil untuk mengikuti kemana rizieq diungsikan. Tapi sebenarnya tim polisi hanya memastikan kemana lokasi pengungsian. Sementara tim jemput paksa pasti beda lagi. 
 
Ketiga, pernyataan tegas aparat tentang kemungkinan jemput paksa membuat Rizieq ketakutan sehingga dia harus segera mengamankan diri. Sebenarnya pengamanan diri bukan karena takut menghadapi proses hukum. Kaburnya Rizieq diprediksi menjaga gengsi dan memang untuk melawan penegakan hukum. 
 
Keempat,  polisi tidak melakukan pencegatan dibeberapa titik guna menghindari korban dari masyarakat sipil. Pihak kepolisian pasti sudah tahu bahwa kelompok mereka membawa senjata api dan senjata tajam. Jika dicegat mereka bisa membabi buta dan korban dari masyarakat sipil kemungkinan ada. 
 
Kelima, dari rekaman voice note lain terdengar mereka memang saling berbagi tugas, mengidentifikasi mobil polisi, menghambat pembuntutan bahkan ada yang ditugaskan mengalihkan arah. 
6 Teroris Sedang ungsikan rizieq? 
 
Mereka tahu bahwa selasa polisi akan menjemput paksa Rizieq, sehingga butuh pengawalan pasukan siap mati. Dan benar saja ketika mobil aparat dapat terus mengikuti maka harus ada yang dikorbankan. Kejadian tewasnya 6 orang FPI dengan dilengkapi senjata api dan senjata tajam dapat diindikasikan semua mobil pengawalan mengangkut peralatan yang sama terkecuali mobil Rizieq. 
 
Ke-enam, perjalanan dini hari membuat prediksi bahwa mereka sedang ungsikan pria yang memecahkan rekor umroh terlama itu sulit terbantahkan. Selain sepi gelap, jalanan lengang mereka juga leluasa bertindak jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 
 
Ketujuh, pernyataan sikap DPP FPI yang menyebut kepolisian dengan OTK (orang tak dikenal) makin menegaskan bahwa mereka sedang mengalihkan isu dan kesalahan. 
 
Meski sikap DPP FPI segaris dengan ucapan fadli zon yang menyatakan bahwa kepolisian tidak boleh main tembak atau munarman yang bilang bahwa mereka yang diserang tapi fakta menunjukkan hal sebaliknya. Mobil FPI ringsek bagian bemper sebelah kiri, kaca depan mobil polisi terdapat bekas lobang proyektil, dasbor mobil polisi juga ada bekas peluru. 
 
Bukti-bukti ini memperkuat argumentasi bahwa siapa yang melakukan penyerangan serta mengapa mereka sebrutal itu. Bila mereka tidak mengawal Rizieq, apakah mereka bakal senekad itu? Apakah dalam perjalanan mereka bila ingin berjaga di petamburan butuh banyak rombongan dan senjata api? Jika tidak mengawal Rizieq mengapa mereka tidak berhenti saja dan berbalik tanya mengapa polisi membuntuti mereka? 
 
Jelas sudah bahwa mereka sedang membawa kabur orang yang akan diproses hukum oleh kepolisian. Siapa dia? Rizieq Shihab
Tuesday, December 8, 2020 - 16:15
Kategori Rubrik: