6 Dari 1000 Penduduk Indonesia Terinveksi Covid

ilustrasi
Oleh : Desrinda Syahfarin
 
Tepat 6 bulan yang lalu, 23 Maret 2020, adalah hari saat saya masih ngantor seperti biasa.
Saat itu mikirnya, "Besok mulai WFH... tapi hanya sementara, dalam waktu beberapa minggu akan kembali bekerja seperti biasa, syukur-syukur bisa Shalat Idul Fitri rame-rame di lapangan seperti sebelumnya..."
But I was damn wrong. Jangankan Shalat Idul Fitri, di hari Shalat Idul Adha pun kami sekeluarga shalat di rumah aja. Sempat beberapa hari lalu angka kasus baru lebih rendah dari angka pasien yang sembuh, tapi kini setiap hari bertambah jumlah kasus aktif dan angka yang meninggal sudah hampir mencapai 10 ribu orang (pahalanya syahid insya Allah).
It's not temporary situation anymore, gotta accept this new normal indeed. Segala sesuatu yang selama 6 bulan lalu bisa dijustifikasi sebagai "maklum, kondisi darurat" jadi harus disesuaikan sebagai keseharian yang jadi kebiasaan mungkin sampai setahun ke depan.
Again, wabah ini bisa jadi sudah menjangkiti 25% dari total populasi di daerah-daerah yang beresiko tinggi kasus "impor" (bukan local transmission) di Indonesia, berbeda dengan New Zealand atau Australia dll yang dengan gampang menutup arus keluar masuk orang ke negara mereka, susah sekali membatasi orang dari zona-zona merah untuk tidak bepergian ke luar daerahnya, atau melarang orang jangan masuk ke zona-zona merah, walaupun sejak 13 abad yang lalu begitulah Rasulullah shallallahu alayhi wasallam menyuruh kita.
Kasus covid di Jakarta saat ini sudah ditemukan di antara 6/1000 dari jumlah warga (65,687 kasus di antara total 11 juta orang penduduk). Sudah 51,494 orang yang sembuh namun berapa ribu orang yang belum kebagian dites jadi OTG yang terus beraktivitas seperti biasa sehingga menulari yang lain tanpa sengaja?
Jangan kasih kendor, tetap disiplin #pakaimaskermu #jagajarakdulu #dirumahaja ya Guys!
 
Sumber : Status Facebook Desrinda Syahfarin
Friday, September 25, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: