23 Lansia Meninggal Setelah Vaksin Pfizer di Norway?

ilustrasi
Norway tidak merisaukan dan tetap menyerukan vaksinasi
Oleh : Mila Anasanti
Berita ini digoreng di mana-mana di media massa. Tapi syukurlah sudah ada artikel di Jurnal ilmiah, bukan selevel koran:
Fakta yang ada menurut laporan ini:
1. Kejadian ini terjadi di Norway / Norwegia yang memberikan vaksin PFIZER BUKAN SINOVAC.
Kemarin rame-rame warga +62 menolak vaksin Sinovac, meminta vaksin Pfizer yang lebih mahal dengan efikasi lebih bagus. Begitu baca JUDUL berita 'efek samping vaksin' langsung beramai-ramai tidak mau divaksin karena takut efek sampingnya. Padahal di negara +62 pakainya vaksin Sinovac dan tidak ada laporan kematian setelah disuntikkan ke jutaan nakes dan puluhan ribu partisipan uji klinis fase 3 di beberapa negara.
2. Kasus di Norway memberikan vaksin di panti jompo yang terdiri dari lansia sangat lanjut 70-80th (3/4 data atau mayoritas bahkan > 80th). Yang meninggal adalah mereka yang punya penyakit penyerta atau terminally ill di usia sangat lanjut.
3. Meninggal SETELAH divaksin covid (makna setelah bukan berarti ada hubungan sebab akibat). Sampai sejauh ini MASIH DIINVESTIGASI jedanya berapa lama, apakah berkaitan atau tidak dengan pemberian vaksin. Belum ada laporan resmi penyebab kematiannya terkait vaksin Pfizer atau hanya sekedar kebetulan.
4. Norway tidak menghentikan vaksinasi, bahkan sama sekali tidak khawatir, karena ini hanya kejadian sangat langka yang terjadi pada mereka yang sangat renta dan punya penyakit penyerta yang serius. Norway hanya berhati-hati KHUSUS LANSIA > 70th yang punya penyakit bawaan agar pemberian vaksin untuk kelompok ini lebih ekstra waspada.
5. Sekiranya ada hubungan antara efek samping ringan vaksin (semisal demam, dan pusing) dengan kejadian kematian yang dilaporkan, efek samping ini tidak masalah bagi orang muda dan sehat. Namun bisa menjadi masalah bagi orang tua yang fisiknya sudah lemah apalagi punya penyakit penyerta kronis. Tapi sekali lagi ini hanya dugaan sementara, BERKAITAN ATAU TIDAK MASIH DIINVESTIGASI.
Negara maju justru memprioritaskan vaksin bagi kelompok rentan, yaitu mereka yang punya komorbid dan sudah renta. Hal ini karena komorbid dan lansia punya risiko tinggi kematian jika terkena covid, maka bersama nakes mereka menjadi kelompok utama penerima vaksin.
Vaksin pfizer sendiri telah melewati uji klinis beberapa tahap pada lansia > 60th juga yang punya komorbid, makanya dinyatakan aman. Akan tetapi uji klinis lansia > 60th ini ternyata tidak sampai usia 80 tahunan partisipannya. Bagian ini yang menjadikan dasar investigasi.
Pemerintah Norway mengacu data keamanan uji klinis bagi kelompok lansia yang dinyatakan aman, tapi menginvestigasi apakah ada batas usia tertentu dari lansia (misal >80th menjadi tidak aman karena memang sudah sangat lemah), atau memang ini kebetulan bukan karena vaksin. Ya namanya juga sudah usia 80th yang bisa jadi sudah takdirnya untuk meninggal bahkan sekalipun tidak divaksin. Makanya itu butuh diinvestigasi.
KESIMPULAN: Anda yang tidak tinggal di panti jompo, bukan lansia > 80th, dan tidak punya penyakit penyerta kronis, serta tidak mendapat vaksin pfizer, tapi vaksin sinovac, tidak usah khawatir dengan berita tidak jelas di media massa.
Sumber : Status Facebook Mila Anasanti
Wednesday, January 20, 2021 - 09:15
Kategori Rubrik: