212 Pecah Sebelum Dipecah

Ilustrasi

Oleh : Rijalul Wathan Al Madury

Alumni 212 dan Simpatisan 212
Keduanya ibarat dua sisi mata uang yg tak bisa dipisahkan.
FPI, Eks HTI dan Oknum Pengikut ISIS yg sedang menyamar dan berinteraksi didalamnya dalam aksi berskala besar 7 juta manusia.

Ketiga personal dan grup radikalisme ini mempunyai visi misi objektif yg sama yaitu, mendirikan negara Khilafah di Indonesia dgn segala dan berbagai macam upaya mulai dgn cara yg halus hingga secara transparan blak2an makarisasi. Meskipun mereka sering berkilah dan berdalih ini itu tapi tetap saja jejak langkahnya dapat tersingkap dan terungkap.

Ketika ketiganya FPI, Eks HTI dan beberapa oknum ISIS sama2 bahu membahu saling membantu mengusung rencana menggantikan format dan formulasi baku hukum dan tata negara ini dari Demokrasi menjadi Syariah, dari asas Pancasila menjadi hukum Allah, dari presiden menjadi Khalifah/Imam begitupula parlementernya akan direnovasi dan direvolusi secara pelan namun pasti.

Lantas siapakah yg akan mereka usung menjadi Imam/Khalifahnya?
Mungkin ini sebuah tanda tanya kecil dan sederhana namun sulit utk mereka jawab dan mereka cerna dgn akal sehat.
Jika dalam kumpulan mereka saja yg bernama Alumni 212 dan Simpatisan 212 saja pelan-pelan mulai bisa terpecah belah dgn sendirinya saling sikut sana tabrak sini apakah mungkin mereka bisa merealisasikan cita2nya utk mendirikan Khilafah, Imamah, Syariah dan Hukum Allah.

Mereka yg adem ayem enjoy dibawah MUI tandingan dgn nama FUI & GNPF kini ibarat sebuah perahu yg berlayar ditengah samudra luas yg tak tentu arah kemana tujuan utamanya karena bukan badailah yg menghantam mereka tapi memang mereka sendiri yg menantang badai sedangkan perahu yg masih baru dibuat belum sepenuhnya bisa dioperasikan berlayar harus dipaksa2kan mengarungi dahsyatnya gelombang samudra Indonesia yg ketat dan antisipatif serta protectif.

Ketika Organisasi Underbow Kapak Maut ini terpecah lantas yg kebingungan itu siapa? Sudah tentu yg berada dlm FPI, Eks HTI dan Simpatisan ISIS yg menyamar itulah karena mereka akan berfikir dan berkata.
"FPI Menggunakan Qur'an-Hadits"
"Eks HTI Membawakan Qur'an-Hadits"
"ISIS juga Menyuguhkan Qur'an-Hadits"
Tapi kenapa justru mereka mau egois dgn membuat berbagai aliansi 212 Al-Kapaki ?

Kambing Hitam ! Iya mereka harus mencari kambing hitam sebagai senjata andalan dan ampuh utk membodohi ummat dan menarik lagi magnet kesetiaan alumni Kapak yg pelan2 mulai luntur terkena goresan buruk citra pimpinan dan tokoh2 mereka.

Lantas siapa saja yg harus dijadikan Kambing Hitam itu?
Ada yaitu;
1. NU sebagai target no. 1 dgn diberi aroma fitnah a. Bukan NU nya Mbah Hasyim Asy'ari, b. Penjilat Pemerintah, c. Antek Asing-Aseng, d. Dimasuki virus Liberal-Sekuler, e. Gembong pintu masuk aqidah Syi'ah dll.
2. ‎Muhammadiyah
3. ‎Presiden Jokowi
4. ‎Pemerintah yg loyal dan konsisten
5. ‎Parpol yg berhaluan Nasionalis sembari diberi label membawa label komunis
6. ‎Syi'ah dgn diberi bumbu2 negatif bahwa Syi'ah bukan Islam.

Mungkin hanya sebagian yg menjadi bahan utama utk dijadikan Kambing Hitam yg akan mereka tusuk dgn penuh kenikmatan aroma fitnah sehingga kalangan awam akan terlena terbuai mempercayainya begitu saja tanpa melihat kebelakang atas perjuangan baik yg dikambing hitamkan itu.

Nah, sekarang jangankan orang yg bisa berfikir dan menggunakan alat fikirnya utk berfikir sehat cerdas dan dewasa bahkan orang awampun sudah faham, siapa, apa, bagaimana dan untuk apa Alumni dan Simpatisan Kaum Kapak 212 tersebut dibentuk oleh mereka.
_________________________________

والعياذ باللّٰهِ ونسأل السّلامۃ من شرِّ فتنۃ هذه الفرقۃ والحركۃ المذمومۃ الكافاكي الموتي ٢١٢
اللّٰهمّ انصُر هذا البلدِ المحبوب الإِنۡدُوۡنِسِيِ والدِّينَ العظيمۃُ الإسلامَ ممَّنۡ يُفسدهما ويهدهما ويُهلكهما.
اٰمين اٰمين اٰمين يا ربَّ العالمينَ.

Silahkan
Like & Share
Supaya saya bisa menyamai popularitas
Kang #Deny_Siregar
Dan
Kang #Ustad_Abu_Janda_Al_Boliwudy
Siapa tahu bisa diundang ke #TiviWan Dialog dengan Koh #Pelik 
Oh iya maaf, anda like dan share tulisan ini tapi saya tidak menjamin anda masuk #Surgaaah
Tapi saya berharap anda ikut peduli dgn negara tercinta ini sebagaimana saya peduli dari jauh negeri Jiran Malaysia.

Sumber : Status Facebook Rijalul Wathan Al Madury

Saturday, February 3, 2018 - 15:30
Kategori Rubrik: