212, Orde Paling Omong Kosong

Oleh : Abdul Munib

Orde Paling Omong KosongKalau Orde Lama, era Soekarno, dihitung 20 tahun, satu Pemilu. Itupun lima tahun habis untuk perang Kemerdekaan hingga KMB di akhir 1949. Orba 32 tahu, enam Pemilu. Reformasi sudah lima Pemilu. Tahun 2024 besok Pemilu ke enam. Repelita kapan Take Off nya ? Tinggal landas. Tinggal amblas. Rakyat di tinggal, dan tetap tertinggal, nasibnya kandas. Kekuasaan makin tersedot seluruhnya pada pemerintahan, menipis nyaris habis kekuatan swadaya. Baik dibidang sosial, ekonomi dan politik.

Kini setiap orang Indonesia berpikir bagaimana dapat berkuasa.Yang menamakan Orla adalah Orba. Orla sendiri tak pernah menamakan dirinya Orla. Dan Orba menyebut dirinya Orba. Orba penulis sejarah. Orde Reformasi makhkuk tanpa kepala. Tak ada pemenang yang menulis sejarah disini. Oligarki duduk bersama bagaimana mencuri dari bangsa ini. Lalu katanya, sekarang kita dalam Orde Reformasi. Tapi istilah Orde sudah tidak ramai dipakai lagi. Sekarang ya jalan begitu saja seperti tanpa nama. Reformasi pun gemanya redup. Sibuk Pilpres 2024 padahal Pilpres 2019 baru kemarin.Orang Indonesia sedang gandrung politik sebagai politik. Berhala kekuasaan membius kota dan sudut-sudutnya. Memegang politik berarti memegang uang dan senjata.

Tahun kopit kemarin rakyat tiarap semua. Tak ada kekuatan swadaya yang berarti.Oposisi yang ada hanya proxy. Islam Amerika di Indonesia. Mereka yang menjual dolalah dengan huda. Dan tak akan beruntung transaksi mereka. Mereka ibarat orang yang dibiarkan tertinggal dalam kegelapan, tatkala api yang menyala dihilangkan. Mufsidun. Shufaha. Tuli, buta, bisu , tak memiliki tempat kembaii.

Awal Surah Albaqarah memprofil siapa jatidiri Kadrun 212 di negeri tercinta ini.Ala innahum humul mufsiduna walakin la yas-urun. Perhatikan sesunghuhnya Kadrun mereka itulah para perusaknya, cuma mereka sendiri tidak merasa.

Kang Mat : Dari namanya saja Reformasi itu sudah mengandung penipuan.

Dul Kampret : Penipuannya bagaimana Kang?

Kang Mat : Apakah sebelumnya kita pernah punya format ? Ini harus dijawab dulu. Ada format atau tidak ? Kalau ada apa definisi format yang dimaksud itu dan bagaimana sistem kerjanya. Kalau tidak ada format itu bagaimana kita mau kembali ke sesuatu yang tidak ada itu.

Reformasi. Kedengarannya keren. Kembali ke format semula. Padahal dari semula pun kita belum pernah punya format. Kalau yang dimaksud format itu UUD 45, kenapa malah satu-satunya format bernegara itu dibonngkar oleh amandemen 2002. Ini double top. Makna kebalikannya.Harusnya reformasi itu hapus UU PMA (Penanaman Modal Asing). Sesuatu yang membunuh Pancasila dari dalam. Harusnya reformasi dengan konsep bangsa mandiri. Bukan dibawah bayang-bayang shaddow Mamarica atau Yongkok.

Dul Kampret : Siap-siap buka puasa kah ?

Kang Mat : Ya. Mengaji seadanya saja. Cuaca buruk. Lagi badai di Fasifik.

Angkringan Falsafah Pancasila

Sumber : Status Facebook Abdul Munib

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *