20 Tahun yang Mengubah Turki, Akankah Terjadi di Indonesia?

Oleh: Amirsyah
 

Referendum Turki yg memenangkan Erdogan dalam mengubah pemerintahan Turki dari Parlementer menjadi Presidensial berlangsung mulus. Agak mengejutkan karena pihak militer Turki membiarkannya begitu saja. Padahal sejarah Turki selalu lekat dgn militer yg anti perubahan sehingga tak segan melakukan kudeta agar Turki tetap apa adanya, yaitu negara yg sekuler dgn Sistem Parlementer.

Kudeta militer yg gagal tahun 2016 cukup mengherankan karena hanya dilakukan sebagian kecil kalangan militer. Ada yg mengatakan kudeta itu hanya settingan sebagai jalan masuk untuk membersihkan kalangan anti erdogan & partainya. Dan ternyata pembersihan benar terjadi baik pada militer, pegawai pemerintah, universitas & media. Tak heran akhirnya referendum berjalan mulus mendukung keinginan erdogan & partainya.

 

Tahun 1997 adalah kali terakhir kudeta militer yg berhasil menjatuhkan pemerintahan, melengserkan perdana menteri Islamis Necmettin Erbakan dari Partai Kesejahteraan (yg satu ideologis dengan erdogan) dan mengakhiri kekuasaan pemerintahan yg dikuasai partai Islam. Sudah 20 tahun berlalu. Mengapa di tahun 2017 ini tidak ada perlawanan seperti 1997?

Jawaban yg paling memungkinkan adalah, kalangan erdogan dan partainya telah berhasil mengkonversi mayoritas rakyat turki khususnya generasi muda via serangkaian doktrin & cuci otak, kemudian menempatkannya ke dalam militer, pemerintahan dan pos-pos penting lainnya. Hal ini hanya bisa terjadi melalui jalur pendidikan sejak usia dini hingga pendidikan tinggi, baik formal maupun non formal.

PERTANYAAN SAYA: 
Apakah hal yg sama bisa terjadi di Indonesia? 
Secara teori, tentu saja bisa! Apalagi terlihat ada upaya untuk memasukkan ideologi tertentu melalui jalur pendidikan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa cukup banyak institusi pendidikan dari usia dini hingga perguruan tinggi, formal & non formal yg berafiliasi atau pengelolanya mendukung ideologi dan partai politik tertentu.

Mungkinkah hal ini adalah jalan yg sama sebagaimana yg terjadi di Turki? Bila ya, sudah sejauh mana keberhasilan mereka? Sudah berapa banyak pendukung mereka? Apakah sudah banyak memasukkan pendukungnya dalam pemerintahan dan pos-pos tertentu yg penting & strategis? Kira-kira berapa tahun lagi mereka akan berhasil? Akankah seperti Turki yg membutuhkan waktu 20-30 thn sehingga memuluskan rencana erdogan? Akan seperti apa Indonesia ke depannya? Akankah seperti Turki dibawah erdogan????

Tapi sepertinya kondisi Indonesia sangat berbeda dgn Turki. Indonesia sangat unik, terutama dgn adanya NU yg sangat tegas menjaga NKRI sesuai keinginan para Founding Fathers, yaitu NKRI yg Bhinneka Tunggal Ika berdasarkan Pancasila dan Konstitusi UUD 1945. Posisi NU yg pengikutnya mayoritas mutlak tentu tak mudah begitu saja bisa didoktrin ajaran-ajaran ala erdogan di Turki sana. Islam NU adalah khas Islam Nusantara yg berurat dan berakar pada budaya dan kearifan lokal. Inilah yg menjadi keunggulan NKRI sehingga tak mudah didoktrin untuk menghancurkan negerinya sendiri.

Akan tetapi, NU tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian. Segenap komponen bangsa yg cinta NKRI, apapun agama & keyakinannya, harus berperan aktif sesuai kemampuan dan posisinya, ikut berjuang bersama NU dalam menjaga NKRI. Kita sebagai orang tua, dosen, guru, ustads, ulama, ASN, Militer, POLRI, pejabat, non pejabat, petani, nelayan, pengusaha, pelajar, mahasiswa, dan lain sebagainya. Mari bersama menjaga NKRI dimasa sekarang, dimasa depan dan untuk generasi penerus hingga akhir dunia. Indonesia adalah surga kita, mari kita jaga & rawat bersama. Semoga karenanya, Tuhan Yang Maha Kuasa berkenan memberikan kita surga-NYA yang kekal abadi. 

 
(Sumber: Facebook Amirsyah)

 #LoveNKRI 

Sunday, April 23, 2017 - 00:00
Kategori Rubrik: