2 Tahun Jokowi : "Saya Konsentrasi Kerja"

Joko Widodo

Oleh Alif Kholifah

Hari ini, tepat 2 tahun Joko Widodo menjabat sebagai kepala Negara. Meski berbagai keberhasilan diraih dengan sempurna, sang presiden tidak memikirkan jabatan keduanya. “Saya konsentrasi kerja” jawabnya dalam tanya jawab ekslusif Presiden dengan Pemimpin Redaksi Kompas TV Budiman Tanuredjo yang disiarkan Rabu malam (19/10).

Lontaran itu disampaikan saat ditanya tentang dukungan Golkar untuk pencalonan presiden Tahun 2019 mendatang. Hampir tidak bisa kita temui pada presiden-presiden sebelumnya. Keberhasilan pembangunan yang dilakukan oleh Kabinet Kerja bukannya tanpa fitnah. Sejak mulai kampanye hingga hari ini, masih saja ada pihak-pihak yang meragukan komitmennya untuk membuat Indonesia makin baik.

Padahal secara factual walau baru 2 tahun berbagai keberhasilan kebijakan yang dilakukannya menaikkan citra Indonesia di mata dunia. Lihat saja kebijakan tax amnesty tahap I yang mampu mengumpulkan pernyataan harta sebesar Rp 3.261 T dengan tebusan 89,2 T. Capaian ini merupakan capaian terbaik dari berbagai Negara yang melakukan hal yang sama. Berbagai kebijakan disektor ekonomi makin menjauhkan Indonesia menjadi Negara yang rentan terkena krisis.

Joko Widodo menyatakan masih fokus kerja terutama infrastruktur untuk mengatasi kesenjangan baik kesenjangan ekonomi maupun kesenjangan pembangunan. Hasil ini bisa dilihat pada berbagai pembangunan jalan tol mulai dari proyek tol di Jawa, Sumatera, Kalimantan bahkan hingga Papua hingga kini terus dikerjakan.

Bandara, pelabuhan, jembatan, kereta bawah tanah merupakan berbagai bukti nyata anggaran Negara digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di sector ekonomi berbagai paket kebijakan ekonomi diluncurkan guna menjaga stabilitas ekonomi. Dibidang keamanan, berbagai gangguan keamanan baik teroris maupun gangguan keamanan kini hampir tidak muncul. Sektor kelautan, tampak nyata benar-benar membanggakan masyarakat. Tidak ada lagi kekayaan laut kita dimanfaatkan oleh orang lain.

Berbagai bendungan juga terus dikebut tidak hanya mengatasi kekeringan namun juga sebagai penyangga utama pengairan pertanian. Selama ini sector ini hampir tidak tersentuh padahal infrastruktur menjadi urat nadi bagi program ketahanan pangan nasional.

“Kami tidak mempedulikan orang karena kami focus kerja, membangun optimism dan keyakinan bahwa kita Negara besar. Kita Negara dengan progress terbaik ketiga setelah India dan Tiongkok dalam pertumbuhan ekonomi” ungkap presiden. Salah satu bukti hasil pembangunan yang dinikmati seluruh masyarakat, kini harga bahan bakar di Papua sudah sama dengan daerah lain. Ini tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka.

Komitmen sebagai pelayan rakyat tak perlu diragukan lagi sebab beliau tidak pernah mempedulikan lagi hari kerja. Simak saja berbagai media hari Minggu atau hari Senin, hampir selalu memberitakan aktivitas presiden padahal sabtu dan minggu kesempatan untuk beristirahat. Pria asli Solo ini menunjukkan pada masyarakat bahwa kita semua tidak hanya optimis namun terus menerus melakukan yang terbaik. Pertumbuhan Indonesia yang makin pesat ini disorot oleh dunia dan membuat masyarakat dunia iri.

Tugas kita adalah membangun optimism masyarakat.

Thursday, October 20, 2016 - 00:00
Kategori Rubrik: