12 Mei Saat Itu Di Trisakti

ilustrasi

Oleh : Dewi Sari

Saya dan sebagian besar kawan2 saya sudah masuk skripsi di tahun itu. Beberapa jam sebelum kejadian saya berada di kampus Trisakti, ya karena memang saya kuliah di sana. Beberapa hari sebelumnya memang sudah ada tanda2 mengkuatirkan. Mami berpesan baik2 agar walau kita kritis, saya jangan ikut demo karena saat itu keadaan memang tegang. Apalagi saat itu alat komunikasi belum secanggih saat ini.

Berbekal nasehat mami, saya pada pukul 15 sudah bersiap balik. Entah kenapa sesaat saya menatap langit dalam perjalanan balik. Rasanya sendu. Di saat yang sama sahabat2 saya di kampus masih tinggal karena memang sebagian masih ada keperluan, sebagian ya nongkrong tentunya.

Pukul 17.00 situasi makin panas hingga menjelang malam, bahkan adik2 angkatan para Pahlawan Reformasi ini gugur........

Esok hari pun kerusuhan meluas. Sungguh memprihatinkan, karena hingga saat ini sebagian kasus masih gelap. Bahkan menuliskan keadaan saat itu saja saya tak mampu........

Kami sadar, sebagian adalah bagian dari konsekuensi berpolitik,walau untuk alasan apapun terutama kemanusiaan tak dapat dibenarkan.

Saat itu berbeda sangat dari sekarang. 
Jika ada yang berusaha menggiring massa, memprovokasi, seakan - akan ini adalah situasi yang sama dengan masa itu, adalah menyedihkan!

Berbeda pendapat silakan, tapi jangan korbankan saudara dan bangsa untuk kepentingan golongan. Hindari perbuatan melawan hukum, yang mana saat ini hukum sudah jauh lebih baik pelaksanannya dari masa lalu. Walau masih banyak kekurangan, adalah bagian dari tugas kita mengawasi dan memberi masukan, bukan merecoki.

Buat adik2 yang belum mengalami masa itu, janganlah sekalipun bercita - cita ingin mengalami masa itu. Itu adalah masa dimana mimpi terburuk kalian pun tidak akan mampu menyamainya!

Bangunlah bangsa kita, jauhkan ujaran kebencian, provokasi, dan jauhkan menyebar hoaks. Karena saat ini yang lebih berat adalah melawan hawa nafsu menjaga jari, menjaga emosi. Jangan sampai menjadi dosa JARIYAH, dimana kita masuk di dalamnya.

Semoga damai senantiasa menyertai Indonesia. Sertakan selalu dalam sholat kita, saat ke Gereja, Pura, dan Vihara, doa bagi NKRI. Aamiin ya Rabb

Sumber : Status Facebook Dewi Sari

Sunday, May 12, 2019 - 13:00
Kategori Rubrik: